Posting Hasil Curian Motor di Facebook, 5 Penadah di Sampang Dibekuk

Ketujuh tersangka kasus curanmor menunjukkan hasil curiannya yang sempat di posting di akun facebook, Selasa (15/10/2019). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang membekuk lima komplotan penadah motor hasil curian. Para komplotan ini mendapatkan motor dari pelaku pencurian yang beraksi di Dusun Duko, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun.

Penangkapan ini lantaran salah satu penadah memposting sepeda motor Yamaha NMax nopol M 3504 BX hasil curian di media sosial.

“Dua pelaku utamanya masih kita kejar dan sudah ada identitasnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dikembangkan dan ditangkap,” ujar Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

- Advertisement -

Kelima penadah motor yakni Faisol Romadhon, Hotip, Mahrus, Hanif, dan Sappar. Hasil pemeriksaan, mereka sudah dua kali menerima motor hasil curian. Lima tersangka itu memiliki perannya masing-masing.

“Motifnya hanya untuk mencari keuntungan, para penadah ini bervariatif nilai keuntungannya, ada yang dapat 500 ribu, 200 ribu, 300 ribu,” ungkapnya.

Kasus pencurian itu terjadi pada 2 Oktober 2019. Korbannya adalah Moh Ilham, ia melapor ke polisi karena dua unit motornya hilang saat berada di sebuah dapur rumahnya di Desa Jeruk Porot. Motor Honda Vario nopol M 6095 PJ dan Yamaha NMax berwarna merah.

Moh Ilham mengatakan, di dalam dapur rumahnya ada tiga motor yaitu Honda Revo dan Vario, serta NMax. Hanya dua motor bernilai puluhan juta itu raib. Kemungkinan pelaku masuk dari jendela dapur yang dinaiki melalui tembok belakang rumah.

“Kejadian tengah malam itu saya kaget motor langsung hilang, bahkan kunci motor Revo sengaja dibuang pelaku ke sawah mungkin supaya tidak ngejar pemiliknya,” jelasnya.

Dia menuturkan, beberapa hari setelah kejadian, ada yang memposting motor miliknya di sebuah akun faceebok. Ciri-ciri dan warna pun sama. Ia mencoba menghubungi yang memposting jual beli motor.

“Ngajak ketemuan dengan orang Sampang itu (Faisol), saya sudah bawa BPKB dan kunci dlcadangannya, ternyata motor mau dijual 10 juta, akhirnya melapor ke polisi,” terangnya.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan dua unit sepeda motor Yamaha NMax dan Vario. Sebuah kunci T serta surat kendaraan atau STNK.

Selain mengamankan lima penadah, polisi mengungkap kasus curanmor yang terjadi di sebuah masjid di kawasan Torjun pada 12 Oktober. Pelaku berhasil diamankan berkat rekaman CCTV.

Ternyata pelaku tak lain resividis curanmor, yakni Sufandi warga Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan. Barang buktinya berupa sepeda motor Honda Scopy nopol M 5350 PR.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.