Halili

Pamekasan, (Media Madura) – Fathor Rohman dan Halili akan berbagi tahun kepemimpinan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pamekasan, Madura, Jawa Timur periode 2019-2024, dengan masing-masing menjalani selama 2,5 tahun.

Dalam petikan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, karir Halili sebagai pucuk pimpinan bakal terancam, sebab ada syarat dia akan menjabat 2,5 tahun sebagai pimpinan harus menang atau menjadi ketua DPC PPP pada Konferensi Cabang (Konfercab) mendatang.

“Ia (Halili) akan menjadi ketua DPRD jika menjadi Ketua DPC,” kata Sekretaris DPC PPP Pamekasan, Muhsin, Selasa (1/10/2019).

Berikut isi surat rekomendasi bernomor 2271/IN/DPP/IX/2019 tentang Persetujuan Pimpinan DPRD Pamekasan yang ditanda tangani Plt Ketua Umum H Suharso Monoarfa dan Sekjen H Arsul Sani, tertanggal 13 September 2019 lalu, SK yang menyebar luas di berbagai jejaring media sosial (medsos) itu.

Poin satu menyatakan, “Merekomendasikan Jabatan pimpinan DPRD Pamekasan dibagi dua periode untuk 2,5 tahun setiap periode”

Poin kedua “Merekomendasikan jabatan pimpinan DPRD Pamekasan untuk 2,5 tahun pertama, diduduki oleh Saudara Fathor Rohman,”

Poin ketiga “Merekomendasikan jabatan pimpinan DPRD Pamekasan untuk 2,5 tahun kedua, diduduki oleh Saudara Halili, dalam hal yang bersangkutan tetap menduduki jabatan sebagai Ketua DPC PPP Pamekasan”. Di poin inilah yang perlu digaris bawahi, jika Halili tidak terpilih menjadi ketua DPC PPP maka secara otomatis SK itu gugur.

Dari poin tersebut, sepintas tertuang pernyataan jika posisi jabatan pimpinan bagi Halili untuk 2,5 tahun ke depan ‘bersyarat’. Sedangkan untuk Fathor Rohman bisa dikatakan tanpa syarat, dan dapat dipastikan menjabat sebagai pimpinan untuk 2,5 tahun pertama dan bisa dimungkinkan sampai periode kedua.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.