Sundakir, Pelaku Pencabulan di Sampang Divonis 19 Tahun Penjara

Terdakwa pencabulan menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Sampang, Selasa (24/9/2019). (Zainal/MM).

Sampang, (Media Madura) – Majelis Hakim memvonis Sundakir (55) selama 18 tahun penjara dan subsider 1 tahun karena terbukti melakukan pencabulan terhadap tiga orang anak di bawah umur. Putusan itu dibacakan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur.

“Mengadili, terdakwa Sundakir terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan, Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara dan denda 500 juta untuk satu berkas perkara,” ujar Ketua Majelis Hakim Irianto Prijatna Utama saat membacakan putusan, Selasa (24/9/2019).

Dalam kasus ini, terdakwa dijerat tiga berkas perkara dengan masing-masing berkas diputus 6 tahun penjara dan denda 500 juta. Artinya, dari ketiga berkas itu diputus 18 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anton Zulkarnaen, menerangkan apabila denda tersebut tidak sanggup membayar, maka diganti empat bulan kurungan. Sehingga totalnya terdakwa dikurung 19 tahun penjara.

Menurutnya, putusan itu lebih ringan dari tuntutan sebelumnya yakni 10 tahun penjara untuk satu berkas perkara atau 30 tahun (tiga berkas-red). Terdakwa dijerat pasal 81 ayat 1 dan pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Dari hasil putusan 19 tahun tersebut jaksa masih melakukan pikir-pikir selama satu minggu kedepan, apakah menerima putusan hakim atau mengajukan banding,” ucap Anton.

Untuk diketahui, kasus pencabulan tiga anak di bawah umur yang duduk di bangku SD terjadi di Kecamatan Karang Penang, Sampang, pada 13 Maret 2019. Pelaku asal warga Demak Jawa Tengah itu berprofesi sebagai penjual pentol keliling.

Reporter : Zainal Abidin
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.