Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Deddy Eka Aprianto

Sumenep, (Media Madura) – Sebanyak 1.999 kendaraan roda dua dan roda empat terjaring razia selama 14 hari Operasi Patuh Semeru 2019 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Deddy Eka Aprianto memaparkan, dari 1.999 pelanggaran itu, 1.817 di antaranya ditindak tilang, sedangkan 182 sisanya hanya berupa teguran.

Untuk pelanggar, masih didominasi kendaraan roda dua, dengan catatan Satlantas, di antaranya melawan arus sebanyak 486 kejadian, 61 orang di bawah umur dan 422 orang tidak memakai helm.

Kata Kasat, Operasi Patuh Semeru memang fokus terhadap 8 poin sasaran, seperti berkendara melawan arus, mengoperasikan HP saat berkendara, tidak menggunakan helm SNI, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah pengaruh alkohol dan pengemudi di bawah umur.

“Sasaran tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang bisa berujung luka berat bahkan meninggal dunia,” terangnya.

Operasi Patuh Semeru 2019 dimulai sejak tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019. Menurut Kasat, jumlah pelanggaran dari Operasi Patuh Semeru 2019 menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Syukur pelanggaran tahun ini menurun. Sebab, 2018 lalu mencapai 4.566 kejadian, dengan rincian tilang 4.278, dan teguran sebanyak 288 kejadian,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.