Sumenep, (Media Madura) – Aparat Kepolisian telah merilis identitas terduga teroris yang melakukan aksi penyerangan ke Mapolsek Wonokromo Surabaya, Sabtu (16/8/2019) sore.

Ia adalah Imam Musthofa (30), asal Dusun Karang Jati, Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Jika benar Imam Musthofa putra Dahnan (Mudahnan), itu benar warga sini mas,” kata salah seorang warga Desa Telaga, Rofik pada mediamadura.com, Minggu (18/8/2019) pagi.

Tetangga lain dusun, Bakir juga menyatakan hal senada. “Ya, itu benar mas (warga sini), tapi memang jarang pulang ke sini,” ujar warga Dusun Telaga Timur ini.

Lama di Surabaya

Menurut rilis polisi, Imam Musthofa lahir 15 Agustus 1988 dan kini berdomisili di Sidosermo 4 gang 1 Nomor 10 A.

“Yang bersangkutan memang lama di Surabaya mas. Sejak keluar dari pondok ia jarang pulang, makanya warga sini banyak yang nggak mengenalnya,” kata Bakir.

Orang Tuanya Sedang Naik Haji

Tetanga Imam Musthofa yang lain menurutkan, terakhir yang bersangkutan pulang ke rumahnya pada saat orang tuanya, Mudahnan dan Pusiyah hendak berangkat ke tanah suci Mekkah.

“Tapi pulangnya cuma sebentar, tidak lama,” ujar ibu-ibu yang engghan namanya dimediakan.

Tepapar Paham Radikal Setahun Terakhir

Imam Musthofa diduga terpapar paham radikal saat sudah berada di Surabaya, tepatnya setahun terakhir. Bahkan ia kerap mengajak teman-temannya yang berasal dari Desa Telaga untuk bergabung dengannya.

“Cara ibadahnya memang agak beda, (mohon maaf) salat pakai celana cingkrang dan sering mengajak temannya sepaham dengannya,” tuturnya.

Istri Bercadar

Keterangan pihak Kepolisian menyebutkan, istri Imam Musthofa bernama Fatimah. Dan itu dibenarkan oleh tetangganya, bahwa Fatimah asli Desa Telaga juga.

“Istrinya orang sini juga mas, cuma ia ikut merantau ke Surabya. Setahun terakhir istrinya pakai cadar, itu diketahui saat ia pulang,” terangnya.

Dilansir dari media-media nasional, awalnya Imam Musthofa tiba-tiba masuk ruang SPKT Polsek Wonokromo pukul 16.45 WIB, Sabtu sore (17/8/2019).

Pelaku diterima petugas jaga Aiptu Agus Sumarsono karena mengaku hendak membuat laporan.

Saat polisi menyiapkan berkas laporan, pelaku tiba-tiba menyerang menggunakan senjata tajam. Petugas jaga mengalami luka di tangan, kepala dan pipi bagian kiri.

Perkembangannya, pelaku diperiksa tim Densus 88. Istri dan tiga anak pelaku dijemput polisi dari rumah kosnya.

Selama ini, pelaku menempati sebuah kos di permukiman padat penduduk di Jalan Sidosermo IV Gang 1, Nomor 10A Surabaya.

Imam Musthofa yang dikenal dengan sapaan Ali di lokasi rumah kosnya, diduga jaringan ISIS.

Barang bukti yang diamankan polisi, antara lain, Sajam, celurit, ketapel, anak ketapel, air soft gun dan ditemukan lambang ISIS.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.