Petani di kawasan Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang mulai tanam padi, Selasa (18/12/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, Suyono mengungkapkan hampir 900 hektare lahan pertanian padi di wilayahnya mengalami kekeringan. Musim kemarau saat ini diprediksi akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Luas lahan padi yang rusak akibat kekeringan mencapai 899 hektare tersebar 14 Kecamatan,” ucapnya, Kamis (15/8/2019).

Dari 899 hektare, meliputi rusak ringan 176 hektare, rusak sedang 60 hektare, rusak berat 15 hektare, dan padi menjadi puso sebanyak 648 hektar.

Kata Suyono, 648 hektare lahan padi rusak menjadi puso itu terjadi di Kecamatan Jrengik, Kedungdung, Torjun, dan Sampang.

“Terbanyak di Jrengik sampai mencapai 560 hektare,” terangnya.

Dia menerangkan, lahan padi yang rusak akibat kekeringan lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlahnya mencapai 1.000 hektare lebih.

Untuk mengatasi masalah kekeringan, Dispertan Sampang berupaya untuk mengusulkan program pompanisasi kepada Kementerian.

Suyono menyarankan agar para petani melakukan aktivitas cocok tanam di bulan April. Serta, petani juga disarankan saat bercocok tanam diupayakan berada di sekitar daerah irigasi (DI) atau sumber-sumber air yang ada.

“Supaya saat terjadi kemarau panjang, padinya mudah dialiri air karena berakhirnya musim kemarau di Sampang selalu lebih akhir dibandingkan daerah lainnya,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.