Ketua PWI Cabang Pamekasan, Abd Aziz

Pamekasan – PWI Pamekasan meminta aparat segera mengusut tuntas kasus pembakaran rumah jurnalis Serambi Indonesia Asnawi Liwi di Aceh, dan berharap polisi segara menangkap pelakunya.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz di Pamekasan, Kamis (1/8/2019) menyatakan, kasus pembakaran rumah jurnalis itu menunjukkan bahwa kebebasan pers di Indonesia belum terlaksana dengan baik, sehingga cara menyelesaikan sengketa pers dalam pemberitaan media masih dilakukan dengan cara-cara kekerasan.

“Jika kasus ini tidak diusut tuntas, maka akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan kebebasan pers kita di negeri ini ke depan,” kata Aziz.

Pewarta Perum LKBN Antara yang bertugas di Madura ini menjelaskan, berdasarkan informasi media dan diskusi para pengurus PWI Senusantara menyebutkan, bahwa kasus pembakaran rumah jurnalis media Serambi Indonesia tersebut diduga terkait pemberitaan.

Padahal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, penyelesaian sengketa pers harus dilakukan melalui hak jawan atau klarifikasi apabila memang ada pemberitaan media yang merugikan pihak-pihak tertentu, bukan dengan cara-cara kekerasan.

Rumah semi permanen milik jurmalis Serambi Indonesia Asnawi Liwi di Aceh Tenggara, ludes terbakar pada Selasa dini hari, 30 Juli 2019. Asnawi menduga rumahnya sengaja dibakar orang, terkait karya tulis hasil liputannya yang diterbitkan di medianya tentang dugaan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya Asnawi berharap musibah yang menimpa dirinya dan keluarga dapat secepatnya terungkap, karena peristiwa pembakaran rumah yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut tidak hanya mengancam keselamatan jiwanya saja, akan tetapi juga keluarganya.

“Saya duga kejadian ini adalah bentuk upaya pembunuhan terhadap saya dan keluarga, saya berharap pelakunya dapat tertangkap,” kata Asnawi Luwi, kepada media setempat.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.