Tersangka pencabulan adik kandung diinterogasi polisi di ruang penyidik usai dilakukan penangkapan, Jumat (28/6/2019) siang. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap pelaku pencabulan terhadap adik kandungnya sendiri yang masih berusia 16 tahun. Pelaku berinisial A, ditangkap di kawasan Ketapang, pada Kamis (27/6) malam.

Kasus pencabulan anak bawah umur ini sebelumnya dilaporkan keluarga korban, Kamis siang. Pelaku merupakan warga Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, mendekam di tahanan Mapolres Sampang guna mempertanggungjawab perbuatannya.

Di hadapan polisi, pelaku yang berusia 26 tahun itu mengaku karena nafsu birahi menggauli saudara kandung seayah namun beda ibu dengan korban. Bahkan aksi pencabulan dilakukan pelaku hingga berkali-kali.

“Pertama kali dilakukan di rumah Pasean, gak terhitung, tapi di rumah korban dan kos-kosan di Jakarta empat kali,” jawab A saat diinterogasi polisi, Jumat (28/6/2019).

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, melalui Kasat Reskrim AKP Subiantana, mengatakan kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut terjadi sejak tahun 2018. Peristiwa terungkap karena keluarga melihat perbedaan terhadap korban.

“Selama ditinggal ibunya merantau ke Malaysia ada keanehan terhadap korban, ternyata dilakukan pemeriksaan perut korban membuncit dan mengaku pelakunya adalah saudara kandung seayah tapi beda ibu, kalau si pelaku dari ibu pertama, sedangkan korban dari ibu kedua,” ujarnya.

Subiantana menyampaikan, pelaku sebenarnya hendak melarikan diri ke Pulau Masalembu, Sumenep, setelah mengetahui keluarga korban melapor ke polisi. Berkat kesigapan petugas pelaku akhirnya dibekuk tanpa perlawanan di Kecamatan Ketapang.

“Penangkapan pelaku ketika pihak keluarga menelfon pelaku agar menjemput korban, ditengah perjalan langsung diamankan,” terangnya.

Atas perbuatannya pelaku melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor   : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.