Sumenep, (Media Madura) – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur di Sumenep angkat bicara terkait biaya daftar ulang SMA yang dilkeluhkan wali siswa karena super mahal.

Tak tanggung-tanggung, di salah satu sekolah SMA di Sumenep biaya daftar ulang PPDB tahun ajaran 2019/2020 ada yang mencapai Rp 3 juta.

“Kami akan kroscek kebenaran informasi itu. Kalau memang benar terjadi seperti itu, pasti akan kami tindak lanjuti,” ujar Kacab Disdik Jatim di Sumenep, Sugiono Eksantoso, Jumat (28/6/2019).

Menurut Eksan, dengan alasan apapun, sekolah tidak boleh melakukan penarikan biaya daftar ulang PPDB, termasuk alasan pembangunan sekolah dan pembelian seragam.

“Tidak boleh (pungutan daftar ulang), karena membentur aturan yang ada dan komitmen Gubernur Jatim, Khafifah Indar Parawansa dengan program Tistas,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, siswa diberikan kebebasan untuk memperoleh seragam dan boleh beli di luar sekolah. Bahkan, kalaupun sekolah menyediakan, harganya tidak sampai lebih mahal dari di luaran.

“Misalnya terpaksa seragam itu disediakan sekolah dan siswa beli di situ, harganya tidak boleh lebih mahal dari toko-toko di luar,” imbuhnya.

Jika informasi pungutan itu benar, Eksan berjanji akan meminta pihak sekolah untuk mengembalikan uang tersebut. Sebab, meskipun sekolah boleh meminta sumbangan, ada aturan mengikat seperti jumlah minimal.

“Biarkan siswa memberikan sumbangan sesuai kemampuannya. Jangan sampai sekolah membebani orang tua siswa apa lagi mereka yang secara ekonomi kurang mampu,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.