Pasangan nonpasutri dibawa ke kantor Satpol PP Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggaruk dua anak baru gede (ABG) beda jenis kelamin dalam satu kamar di salah satu rumah kos di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kamis (20/6/2019) siang.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Ainurrahman mengatakan, saat korp penegak perda itu datang pasangan nonpasutri itu tengah berada dalam satu kamar, dalam kondisi pintu terbuka. Yang cewek mengenakan baju tidur warna kuning motif bunga.

“Keduanya kami amankan, selain itu tidak bisa menunjukkan KTP,” katanya.

Menurutnya, muda-mudi itu dinyatakan melanggar sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) karena tidak memiliki kartu identitas. Ainur mengimbau kepada yang bersangkutan untuk meminta surat keterangan domisili kepada lurah setempat.

“Sebenarnya, para pemilik kos juga harus proaktif melaporkan ke lurah,” tambahnya.

Ainur menuturkan, berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP), yang perempuan berinisial A usia 17 tahun asal Jalan Stadion Pamekasan. Sementara yang laki-laki berinisial M usia 18 tahun asal Kabupaten Sampang.

“Yang laki-laki ngakunya kerja di bengkel, sementara yang perempuan tidak bekerja,” tuturnya.

Kedua muda-mudi itu dibawa ke Kantor Satpol PP menggunakan mobil Avanza. Terlihat si cewek mengenakan baju tidur warna-warni dominasi kuning kunyit dan ungu dengan rambut lurus pirang.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.