Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka saat ungkap hasil Operasi Pekat Semeru di Mapolres Sampang, Senin (27/5/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang berhasil mengungkap
42 kasus dengan menangkap 47 tersangka hasil Operasi Pekat Semeru 2019 yang berlangsung selama 12 hari yakni 15 Mei sampai 26 Mei.

Dari jumlah itu mereka terjaring dalam berbagai kasus, seperti premanisme, narkoba, sajam, curanmor, dan lainnya.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman mengatakan, kasus premanisme mendominasi hasil ungkap Operasi Pekat Semeru di Sampang. Kasus premanisme sebanyak 18 kasus, disusul kasus narkoba berjumlah 12 kasus, kasus sajam ada 6 kasus, dan kasus judi ada 3 kasus.

“Kemudian kasus curanmor sebanyak 2 kasus serta ada kasus miras 1 kasus,” ujar Budhi ungkap perkara di Mapolres Jalan Jamaludin, Senin (27/5/2019) sore.

Perwira dengan dua melati di pundaknya itu menyampaikan, penangkapan ini hasil ungkap Polres Sampang dan Polsek jajaran. Sedangkan, kasus yang menonjol kedua yaitu kasus narkoba dengan 13 tersangka, meliputi 6 pengedar dan pemakai 7 orang.

Untuk jumlah barang bukti narkotika sebanyak 26 gram, tersangka dikenakan pasal 114 Jon pasal 112 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 12 tahun,” jelasnya.

Kapolres memambahkan, Operasi Pekat Semeru dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, terutama dalam menjalani ibadah Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri.

“Setelah Operasi Pekat 2019, kita siapkan untuk melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2019 mulai 29 Mei 2019 nanti,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor :

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.