Oleh: Mamluatur Rohmah

*Penulis adalah Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab
Jurusan Tarbiyah, Semester 6.

Anak yang sukses adalah mereka yang mau berusaha belajar dan mampu dalam menempuh pendidikannya hingga sukses, karena kenyatannya merekalah yang berusaha dengan keras, maka mereka pulalah yang akan menikmati hasilnya.

Hasil yang baik akan membawa mereka menjadi orang yang sukses pula, walaupun mereka cerdas jika mereka tidak belajar maka mereka akan kalah dengan orang yang rajin, hal itu dapat dijumpai di beberapa tingkatan manusia mulai anak hingga masuk usia dewasa.

Mereka rajin hingga menuntaskan pendidikannya, tapi pada saat mereka lulus, mereka tidak bekerja sesuai keilmuan yang ia tekuni, malah mendapat pekerjaan yang tidak layak termasuk pendapatan yang ia terima. Namun hal itu bukan karena nasib mereka, bisa saja itu karana kurang piawai atau bermalas-malasan dalam mencari pekerjaan.

Hingga pada akhirnya ia terpaksa memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan keilmuannya, semisal menjadi pengusaha asongan, baik itu pedagang kaki lima (PKL), pedagang keliling, pedagang di pasar, petani dan pekerjaan lain yang pada intinya penghasilannya masih halal menurut keyakinannya.

Cita-cita.

Setiap manusia yang dilahirkan dengan kondisi normit pasti mempunyai cita-cita yang mulia, misal menjadi guru, dokter, bahkan seorang Presiden. namun jika mereka tidak berusaha skeras muendir, maka cita-cita itu mustahil akan di sandangnya.

“Tuhan tidak akan mengubah takdir seorang hambanya jika dia tidak berusaha sendiri”

Kutipan ini yang sering penulis jumpai, oleh sebab itu menjadi orang sukses kita harus berusaha sekeras mungkin, agar kita mendapatkan hasil yang memuaskan dan tidak mengecewakan, ya mungkin memang ada beberapa orang yang sukses karena bantuan orang lain, tapi apakah kita akan merasa bangga dengan hasil yang kita raih.?.

Menurut penulis itu tidak membanggakan, baik pada dirinya maupun pada orang di sekitarnya, karena kepuasan akan kita rasakan apabila kepuasan itu adalah hasil usaha yang kita lakukan sendiri, mungkin ada orang yang mendapatkan penghargaan dari hasil belajarnya, tapi itu hanya bersifat sementara, yang dirasakan oleh kita hingga mati, itulah yang memuaskan bagi kita.

Kita hanya iri pada orang lain tapi kita tidak mau berusaha, itu lebih buruk lagi dibandingkan dengan orang yang cerdas yang tidak mau belajar, orang yang cerdas masih memiliki kecerdasannya dan tanpa iri hati, oleh karena itu alangkah lebih baiknya kita berusaha dan berjuang dalam menuntut ilmu, karna usaha tidak akan menghianati hasil.

Sebagai pelajar di negara berkembang seperti Indonesia, kita wajib membawa negara ke arah yang lebih baik di masa depan. Dengan meninplikasikan sistem Pendidikan, yakni dengan membekalkan para pelajar dengan berbagai disiplin ilmu di sekolah.

Banyak sekali mata pelajaran yang mesti kita ampu. Hasilnya, nggak sedikit pelajar di Indonesia yang mengeluh tentang sistem pendidikan kita ini. Mulai dari keluhan tentang jumlah pelajaran yang seabrek-abrek, banyaknya tugas dan PR, sampai kurangnya waktu untuk beristirahat dan mengeksplor hobi.

Udah banyak banget pelajar Indonesia yang pergi mengikuti pertukaran pelajar ke negara maju. Bahkan melakukan studi banding ke negara lain. Seharusnya, sistem pendidikan dari negara-negara maju itu bisa dielaborasi dan diadopsi.

Anak-anak Indonesia akan lebih maju dengan berkembang pesatnya pendidikan Indonesia seiring perkembangan intelligence quotient (IQ) pelajar, oleh karena itu usaha dan doa yang benar-benar di usahakan akan membuahkan hasil yang sangat membanggakan bagi diri sendiri dan keluarga.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.