Pamekasan – Bangsa Indonesia sejak zaman dulu dikenal sebagai negara agraris karena masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petani.

Dahulu petani memanfaatkan tenaga sapi atau kerbau untuk membajak sawah. Bajak sawah secara tradisional itu masih ada, seperti ketika Babinsa Bulangan Berenta Serda Ediyanto membantu petani yang menggarap lahan secara tradisional.

Babinsa Bulangan Berenta Serda Ediyanto mengemukakan, para petani di desanya saat ini sedang menyiapkan lahan untuk persiapan menanam tembakau dengan membajak sawahnya terlebih dahulu.

Salah satu petani di desa tersebut, Marsuki menuturkan, dalam membajak masih menggunakan tenaga sapi. “Secara budaya hal ini harus dipelihara sebagai bagian dari sejarah petani,”ungkapnya.

Marsuki juga mengemukakan bahwa dirinya dalam membajak sawah tidak akan menggunakan traktor. “Kami akan tetap mempertahankan bajak sawah menggunakan sapi ini,”katanya.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.