Senin, Februari 6, 2023

Tokoh FPI Pamekasan Sayangkan Penghadangan KH Ma’ruf Amin

Must read

- Advertisement -

Pamekasan, (Media Madura) – Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyeyangkan tindakan penghadangan terhadap Cawapres KH Ma’ruf Amin saat melakukan ziarah ke makam leluhurnya di Desa Jembringin pada Senin, (1/4/2019) lalu.

Dikatakan oleh pengurus FPI Pamekasan bidang dakwah, Kiai Rusdi Mohammad Hasan, KH. Ma’ruf Amin bukan hanya sekedar cawapres melainkan seorang ulama yang seharusnya dihormati.

“Saya menyayangkan terhadap aksi persekusi yang dilakukan sekelompok masyarakat ke KH Ma’ruf Amin, itu ulama bukan hanya sekedar calon wakil presiden,” katanya seperti video yang menyebar diberbagai media sosial.

Menurut Kiai Rusdi, jika ada kader FPI ikut serta dalam penghadangan tersebut agar segera meminta maaf, sebab Kiai Ma’ruf Amin adalah orang yang berjasa kepada FPI, karena beliau yang menandatangani fatwa MUI yang menjadi landasan hukum kasus Basuki Tjahaja Purnomo dalam kasus penistaan agama.

“Saya lihat dalam kejadian itu ada yang mengenakan atribut FPI, makanya segera minta maaf, apalagi KH Ma’ruf Amin orang berjasa ke FPI, Sehingga Ahok dijerat dengan fatwa itu,” tambahnya.

Ia menilai tindakan yang dilakukan beberapa orang tersebut tidak sesuai dengan watak orang Madura yang dikenal dengan sifat ramah, sopan dan santun. Tindakan itu juga tidak sesuai dengan akhlakul karimah yang dimiliki oleh umat Islam di Madura.

“Rasanya, jika FPI turut campur dalam hal itu, mana rasa hutang budinya kepada beliau,” sesalnya.

Menurutnya, KH Ma’ruf Amin adalah ulama besar yang diakui keilmuannya, sehingga seharusnya tidak perlu ada intervensi politik yang bisa mengaburkan potret demokrasi bagi warga Madura.

“Sekarang FPI harus bertanggung jawab, minimal mengklarifikasi, memang perintah atau memang kebetulan, karena videonya sudah menyebar di akun-akun media sosial,” pungkasnya.

Sebelumnya, Cawapres 01, KH Ma’ruf Amin sempat dihadang sejumlah massa meski tidak sampai memblokade jalan, namun akibat tindakan tersebut, KMA mengurungkan niatnya untuk berziarah ke makam Kiai Zuhro di Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Reporter : Ahmad Rifqi
Editor : Ist

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article