Pasca gempa, sebagian warga Kecamatan Raas nampak memilih tidur di teras rumah

Sumenep, (Media Madura) – Sebagian masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur khususnya masyarakat yang berada di wilayah terdampak gempa bumi masih panik dan mengalami trauma.

Bahkan, sebagian mereka enggan tidur di dalam rumah lantaran khawatir terjadi gempa susulan. Apalagi sejak kemarin sudah tiga kali terjadi getaran yang sangat dirasakan warga.

“Benar mas, masyarakat trauma dengan adanya gemba yang ketiga kalinya semalam,” tutur salah seorang warga Dusun Brakas Barat, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Abu Sirri, Rabu (3/4/2019) dini hari.

“Sampai saat ini mereka tidur di luar rumah. Ada yang tidur di teras dan juga di halaman rumah dan mereka tidur ngumpul dengan tetangga yang lain untuk mengantisipasi datangnya gempa yang keempat kalinya,” tandasnya.

Menurut informasi yang dikirim Kepala Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep. Usman Khalid. Gempa tektonik susulan terjadi sekitar pukul 20.09 WIB malam ini. 

“Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan 4,4 SR. Episenter terletak pada koordinat 7,20 LS dan 114,56 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 78 km Tenggara Sumenep, pada kedalaman 16 km,” urainya.

Kata Khalid, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Raas dan Pulau Sapudi II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Gempa tidak berpotensi tsunami. Mepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.