Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pamekasan, Hosnan Ahmadi

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menilai program e-Lorong belum maksimal.

Program berbasis online tersebut belum lama ini dilaunching oleh bupati Baddrut Tamam.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengatakan, sejatinya program tersebut cukup bagus. Namun, berimplikasi terhadap anggaran. Menurutnya, APBD di Pamekasan beberapa tahun terakhir stagnan.

“Kita tunggu sajalah, kan kalau secara teknis kita ingin tahu juga bagaimana menyelesaikan atau menindaklanjuti e-Lorong itu,” terang Hosnan, Selasa (12/3/2019).

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan tanpa adanya aplikasi e-Lorong saja Pemkab sudah kewalahan anggaran.

“Tapi, kita lihat saja nanti ke depannya gimana,” pungkasnya.

Beberapa bulan lalu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam secara resmi melauching aplikasi berbasis android yakni Pamekasan Smart. Di dalam aplikasi itu ada yang namanya menu e-Lorong dan e-Madul.

“Dengan adanya aplikasi e-Lorong ini cukup di foto jalan yang rusak dikirim ke aplikasi Pamekasan Smart. Klik e-Lorong baru kemudian dinas terkait akan bergerak cepat untuk kemudian memperbaiki jalan yang sudah rusak tersebut,” tutur Baddrut Sabtu (16/2) lalu.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.