Saat penggerebekan sedang berlangsung

Sumenep, (Media Madura) – Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pepatah yang mungkin sangat cocok menggambarkan situasi di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, tidak lama dari kasus penggerebekan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM oleh istrinya sendiri saat bersama wanita lain. Kini, giliran pegawainya yang diciduk Satpol PP. Pegawai dengan status kontrak tersebut digerebek Satpol Pp saat tengah asyik ngamar sama janda.

Penggerebekan tersebut berlangsung di sebuah rumah kos di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota.

Pelaku diketahui berinisial AA (42), warga Desa Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep. Sedangkan, wanitanya inisial HS (40), warga Kota Surabaya.

“Ya benar, pasangan yang kami amankan tadi malam, yang laki-laki adalah pengawai kontrak di Dinas Koperasi dan UKM,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Dinas Satpol PP Sumenep, Fajar Santoso, Kamis (7/3/2019).

Usai digerebek, keduanya langsung digiring ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan. Hasilnya, yang perempuan saat ini statusnya cerai hidup. Sedangkan yang laki-laki, mengaku sedangkan proses cerai.

“Saat dimintai keterangan mereka mengaku sudah menikah sirri. Tetapi misalnya benar menikah sirri, secara aturan negara tetap tidak benar. Artinya nikahnya harus sah secara aturan negara,” tegasnya.

Menurut Fajar, karena alasan hari libur, keduanya hanya diminta membuat pernyataan saja dan diperbolehkan pulang. Namun, Satpol PP masih berencana memanggil keduanya karena persoalannya belum selesai.

“Karena hari libur dipersilahkan pulang. Nanti kami panggil lagi,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.