Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang, Madura, Jawa Timur, H. Slamet Junaidi melarang setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merekrut tenaga honorer mulai tahun 2019. Pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada kepala OPD yang masih melakukan rekrutmen sesuai aturan yang berlaku.

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran bupati nomor 814/586/434.303/2019 tertanggal 27 Februari 2019.

Surat edaran tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2015 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, serta Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Slamet Junaidi mengatakan, larangan pengangkatan tenaga honorer atau pegawai non-PNS sebagai bentuk efisiensi dalam menjalankan birokrasi pemerintahan dilingkungan Kabupaten Sampang. Alasan utama larangan itu adalah untuk menghindari terjadinya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Seluruh OPD tidak boleh lagi ada rekrutmen atau mengusulkan tenaga honorer baik tenaga sukwan, magang dan sejenisnya, selama ini rekrutmen tenaga honorer hanya atas dasar karena saudara atau famili,” ucap Bupati Sampang Slamet Junaidi dibalik telepone, Jumat (1/3/2019).

Selain itu, alasan lainnya untuk mengoptimalkan kinerja ASN dan honorer daerah (Honda) yang berada di masing-masing instansi. Serta untuk menghindari permasalahan baru dengan tenaga honorer.

Bupati Sampang juga meminta kepada OPD melakukan pembinaan dan melaporkan tenaga honorer yang tidak aktif bekerja atau mengundurkan diri.

“Ingat, jika masih ada kepala perangkat daerah yang merekrut honorer dikenakan sanksi, saya sudah menyurati kesemua OPD melalui surat edaran bupati,” tegas Slamet Junaidi.

Mantan DPR RI ini menyampaikan, apabila OPD membutuhkan tenaga pembantu sebaiknya diusulkan ke pemerintah daerah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangam SDM (BKPSDM). Hal ini tentu melalui seleksi yang kredibel, akuntabel, dan transparan.

Informasi BKPSDM Sampang yang diterima mediamadura.com, jumlah total ASN tahun ini mencapai 6.933 orang. Sedangkan, untuk honorer daerah (Honda) ada 152 orang, dan sebanyak 222 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.