Pamekasan, (Media Madura) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertran Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur mencatat belum semua perusahaan di daerahnya membayarkan gaji karyawan sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pamekasan.

Kepala Disnakertrans Pamekasan Arief Handayani mengatakan, dari 400 perusahaan yang terdaftar, baru separuh perusahaan yang membayar karyawannya sesuai gaji UMK.

“Baik perusahaan lokal maupun regional hanya separuh yang menggaji karyawannya sesuai UMK Pamekasan,” terang Arif Handayani, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya ada sekitar 200 perusahaan lokal yang membayar gaji karyawannya di bawah UMK. “Rata-rata perusahaan lokal ini menggaji karyawannya dibawah UMK yang ditetapkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan untuk Kabupaten Pamekasan sendiri UMK ditetapkan Rp 1.763.267,65. Namun, sulitnya perusahaan menggaji karyawan sesuai UMK karena pendapatannya rendah.

Namun meski banyak karyawan yang digaji dibawah UMK, tambah Arif, mereka tidak berani mengadu karena takut dipecat.

“Kami berharap perusahaan ini patuh pada aturan. Kita akan terus mengimbau untuk lebih memperhatikan kesejahteraan karyawannya,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.