Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali menganggarkan bantuan untuk guru ngaji di tahun 2019 ini.

Namun, pada tahun ini jumlah penerima mengalami pengurangan, jika tahun 2018 lalu sebanyak 122 orang, tahun ini hanya 120 orang saja.

“Tahun ini ada penurunan dibandingkan tahun lalu, karena jumlah penerima mengacu pada kekuatan anggaran,” kata Kepala Bagian Kesmas Sekretariat DPRD Sumenep, Abd Basit.

Menurutnya, anggaran untuk guru ngaji tahun ini sebesar Rp 90 juta. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 750 ribu selama satu tahun.

“Setiap tahun pasti dianggarkan, meskipun besarannya mungkin tidak sama,” jelasnya.

Lalu untuk prosedur mendapatkan bantuan, terang Basit, guru ngaji harus mengajukan permohonan kepada Bupati Sumenep. Hal itu karena anggaran yang terbatas dan tidak mungkin mongcover semua guru ngaji.

“Syaratnya tidak boleh berturut-turut, jika sudah dapat tidak boleh mengajukan di tahun berikutnya. Baru bisa mengajukan lagi apabila ada tenggang waktu satu tahun berikutnya,” tegasnya.

Karena saat ini Bidang Kesmas hanya membidangi guru ngaji, maka Basit memastikan untuk realisasinya akan profesional. Untuk itu, dirinya mempersilahkan kepada setiap guru ngaji untuk mengajukan.

“Pemerintah selalu merespon terhadap kebutuhan masyarakat, jika hendak dapat bantuan, masyarakat harus cerdas bagaimana mekanisme pengajuan yang benar,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.