Pupuk bersubsidi (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta petani agar segera melapor jika terjadi kelangkaan pupuk di daerahnya.

Menurut anggota KP3 Pamekasan, Moh Sadik, pengawasan terus dilakukan dan distribusi pupuk bersubsidi harus sesuai regulasi dan tepat sasaran.

“Laporkan jika terjadi semacam kekurangan pupuk,” katanya, Sabtu (26/1/2019).

Sebab, tambah Sadik, pengusulan itu berdasar kebutuhan petani. Diakui, saat ini distribusi pupuk bersubsidi memang menjadi atensi. Bahkan, pergerakan di tingkat distributor hingga kios diawasi dengan ketat.

“Kami akan perketat pengawasan, karena kebutuhan pupuk petani sesuai permintaan,” tambahnya.

Jika terjadi pelanggaran akan diproses sesuai prosedur yang berlaku. “Jika masyarakat menemukan dugaan pelanggaran segera melapor untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Adapun kebutuhan pupuk bersubsidi pada musim tanam tahun 2019 totalnya mencapai 47.667 ton. Rinciannya, Urea 26.669 ton, SP-36 sebanyak 5.551 ton, ZA 7.850 ton, NPK 5.087 ton dan pupuk organik sebanyak 2.510 ton.

Kebutuhan tersebut, sudah dituangkan dalam lampiran Surat Keputusan (SK)Kepala Distan PHP Nomor SK 521.1/71/432.321/2018. Alokasi kebutuhan itu bakal diusulkan kepada Pemprov Jatim untuk didistribusikan ke daerah.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.