Mayat dua sejoli dibawa ke RSUD Pamekasan dari hotel Garuda (foto istimewa)

Media Madura – Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Hari Siswo belum bisa memastikan dua mayat yang tewas di kamar Hotel Garuda Pamekasan karena dibunuh atau bunuh diri. Pihak kepolisian sendiri masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit.

“Nanti autopsi, hasil pemeriksaan dokter nanti kita bisa lakukan pendalaman lebih lanjut,” kata Hari.

Pihaknya juga memastikan jika dua sejoli ini bukan pasangan suami istri. “Bukan, bukan suami istri,” ungkapnya.

Hari menjelaskan, terdapat bekas tetesan darah di pergelangan tangan mayat laki-laki yang memilih nekat menghabiskan nyawanya sendiri dengan gantung diri di kamar mandi hotel. Sementara, pada mayat perempuan terdapat kain berupa selendang.

“Posisi perempuan di atas tempat tidur dengan terjerat selendang, kemudian posisi laki-laki menggantung di kamar mandi,” terang Hari.

Dua mayat yang diduga sepasang kekasih ini ditemukan tewas di kamar nomor 10 hotel Garuda Pamekasan, Kamis (24/1/2019) malam. Saat itu, petugas hotel melihat kamar nomor 10 dalam posisi gelap.

“Untuk darah, terdapat pada pergelengan tangan laki-laki menggunakan pecahan bola lampu milik hotel,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun mediamadura.com di lapangan, korban perempuan diketahui bernama Aisyah (21), warga Kelurahan Kowel, Pamekasan, sementara yang mayat laki-laki bernama Roy Robbi asal Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.