IKABA mendatangi Polres Sampang mempertanyakan penanganan keterlibatan senpi kasus Idris, Jumat (25/1/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kapan penangkapan terhadap tersangka Hasan Ambon (HA) yang ditetapkan sebagai DPO dalam kasus jual beli senjata api hasil perkembangan kasus penembakan Subaidi (35). Pertanyaan inilah yang disampaikan Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) saat pertemuannya di Mapolres Sampang Jalan Trunojoyo, Jumat (25/1/2019) sore.

Juru bicara IKABA Salim Segav, meminta penegak hukum segera menangkap keterlibatan pihak lain terutama kepemilikan senpi yang digunakan pelaku saat menghabisi nyawa korban. Pasalnya, hingga kini polisi bulum berhasil menangkap DPO tersebut. Termasuk dugaan keterlibatan orang lain yakni inisial S, seperti yang sebelumnya sempat disebutkan oleh pelaku Idris.

“Kami mendesak kepada kepolisian untuk lebih serius lagi melakukan penangkapan terhadap DPO itu dan memperjelas identitas S ini siapa sebenarnya,” kata Salim.

Catatan mediamadura.com, awalnya pengakuan pelaku Idris saat menembak Subadi menggunakan senjata api rakitan jenis pun gun. Senjata ini didapat dari inisial S.

Kemudian, hasil perkembangan penyidikan ditemukan bahwa pelaku menghabisi nyawa korban menggunakan pistol jenis Pietro Baretta caliber 9 mm dengan 20 butir peluru. Senjata buatan buatan Italy itu diperoleh dari HA.

Salim mempertanyakan pihak kepolisian apa yang menjadi penyebab dan kendala belum tertangkapnya DPO HA. “Hampir dua bulan DPO sampai saat ini belum tertangkap, apa kendalanya dan kira-kira butuh waktu berapa lama,” tanya Salim.

Selain itu, lanjut Salim, kedatangannya di Mapolres sekaligus memberikan apresiasi kepada polisi yang telah membawa kasus pembunuhan ini ke meja pengadilan. Bahkan rencananya sidang perdana dengan tersangka Idris digelar pada Selasa (29/1) mendatang.

“Semoga saja kasus ini tidak hanya berhenti kepada tersangka Idris, tetapi paling penting tentang kepemilikian senpi ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto usai menemui IKABA, menyampaikan penyebab belum tertangkapnya tersangka HA karena keberadannya yang selalu berpindah-pindah tempat. Akan tetapi, pihaknya terus berupaya secepat mungkin menangkap DPO tersebut.

“Tempat persembunyian HA sudah dilakukan penggeledahan bahkan sampai ke salah satu pulau di Sumenep tapi tidak ada, dan masyarakat masih takut memberikan informasi, hanya bilang Tak Oning (tidak tahu),” tuturnya.

Hery mewakili Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardhiman, menerangkan keterlibat inisial S masih belum pasti karena hanya keterangan tersangka Idris yang tidak jelas. Sedangkan untuk DPO HA ada keterangan saksi-saksi yang mendukung.

“Waktu kita keler pelaku Idris ini belum bisa menunjukkan dimana lokasinya S dan ngaku hanya ketemu di jalan, makanya masih kita dalami apakah pun gun didapat dari S,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk sesorang inisial J masih dijadikan saksi yang wajib lapor. Mengingat, usai kejadian penembakan tersangka Idris bersembunyi ke rumah J.

“Belum ditetapkan tersangka, masih diperikaa jadi saksi dn wajib lapor,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.