Suasana panas di kantor Dinas Satpol PP Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Pemilik rumah kos DVY di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendatangi Kantor Dinas Satpol PP setempat, Kamis (24/1/2019).

Tujuannya, mereka melakukan protes terhadap kegiatan razia yang dilakukan petugas penegak Perda tersebut. Pasalnya, razia dinilai dilakukan secara tidak prosedural.

Indikasinya, saat datang ke lokasi itu petugas tidak menunjukkan surat tugas, kemudian tanpa pamit kepada penjaga kos, sehingga sangat meresahkan penghuni dan pengunjung kos.

“Jelas kami protes, karena hemat kami kegiatan razia tanpa memperhatikan peraturan. Surat tugas tidak ada. Naifnya, mereka juga tidak pamit kepada penjaga, tiba-tiba langsung melakukan razia. Itu tidak mengenakkan,” kata pemilik kos, Encung Sudarsono.

Disamping itu, sambung Encung,  petugas juga meminta pengenal identitas (KTP) kepada semua orang yang ada di kosan tersebut, termasuk para tamu penghuni kos.

“Hanya bertamu, masa pakai KTP. Harusnya tanya penghuni, belum lagi mereka ngambil kunci motor tamu dan mencak-mencak mau telpon BNNK untuk dites urine. Tidak masuk akal bagi kami, ini kan bukan razia gabungan,” tuturnya kesal.

Sementara itu, Kabid Trantibum dan Linmas, Fajar Santoso membantah jika pihaknya telah melakukan razia secara tak prosedural. Sebab, dalam bertindak pihaknya selalu berdasar SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Sudah sesuai peraturan kok. Dan kami sudah bekerja sesuai protap dari penegak Perda,” ujarnya.

Dia menegaskan, kosan itu memang menjadi atensi, sebab diduga ada aktifitas yang melanggar Perda, seperti ada pasangan berduaan di dalam kamar tanpa hubungan yang sah.

“Kami memang sering memantau kosan tersebut, benar jika kami sering mendatangi kosan itu. Intinya, kami akan melakukan pengawasan secara maksimal termasuk pada kosan yang lain,” tukasnya kepada sejumlah media.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.