Atap bangunan Puskesmas Torjun masih berantakan pasca ambruk Minggu (20/1) kemarin, Senin (21/1/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Insiden ambruknya atap bangunan Puskesmas Torjun pada Minggu (20/1) sore pukul 18.00 WIB, menjadi perhatian khusus sejumlah pihak. Meski tidak ada korban jiwa, proyek yang baru saja dibangun itu menelan anggaran Rp 1,7 miliar bersumber dari APBD tahun 2018.

Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut dengan memeriksa lokasi dan meminta keterangan dari beberapa saksi.

“Ya, kita masih melakukan penyelidikan atas ambruknya atap Puskesmas Torjun,” kata Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto dibalik pesannya, Senin (21/1/2019) malam.

Hery mewakili Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, menegaskan petugas sudah mendatangi lokasi ambruknya atap Puskesmas Torjun. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pelaksana, pengawas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang selaku pengguna anggaran, maupun pihak terkait lainnya.

Nantinya hasil penyelidikan termasuk dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, Hery menyatakan, penyidik akan menggelar perkara untuk menentukan terdapat unsur pidana atau tidak.

“Kita sudah datang ke lokasi, dalam waktu dekat pihak terkait kita panggil,” jelasnya.

Untuk diketahui, pembangunan proyek Puskesmas Torjun diangarkan sebesar Rp 1,7 miliar tahun anggaran 2018. Proyek yang dikerjakan setelah adendum sampai kontrak kerja pada 29 Desember itu dikerjakan oleh CV Yala Indah Perkasa.

Sejak awal proses pembangunan Puskesmas Torjun terus menuai persoalan, mulai dari pengerjaannya melebihi batas deadline hingga pihak rekanan dikenakan sanksi. Sebab, pengerjaan seharusnya dari awal September dan harus selesai pada 28 November 2018. Akan tetapi, di awal Desember lalu proges pekerjaan masih 37 persen.

Tahun 2018 kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang mempunyai kegiatan rehabilitasi di 4 Puskesmas. Pertama, Puskesmas Torjun dengan pagu anggatan Rp 1,7 miliar. Kedua, penambahan ruang Puskesmas Robatal dianggarkan Rp 950 juta dengan pelaksana CV Seni Wacana.

Ketiga, pembangunan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan Puskesmas Banyuanyar Kota Sampang senilai Rp 1,2 miliar dengan CV Andika Putra.

Keempat, pembangunan Puskesmas Camplong dengan total anggaran Rp 4,5 miliar dengan CV Pratama Persada.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.