Pengasuh Ponpes Al-Ihsan Jrangoan KH Mahrus Abdul Malik menyambut kedatangan Sandiaga Uno, Minggu (20/1/2019). (Foto: Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Lantunan sholawat diiringi musik hadrah menggema di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihsan Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Minggu (20/1/2019) siang.

Barisan para santri yang memainkan musik hadrah ini rupanya untuk menyambut kedatangan Sandiaga Salahuddin Uno.

Pukul 14.30 WIB, calon Wakil Presiden nomor urut 2 itu tiba di Ponpes Al-Ihsan Jrangoan dan disambut langsung pengasuh Ponpes KH Mahrus Abdul Malik.

Sandi sapaan akrabnya, memasuki ruangan untuk melakukan pertemuan dengan beberapa ulama dan kiai di kediaman KH Mahrus Abdul Malik.

Pertemuan itu dihadiri KH. Ali Karrar Sinhaji Pengasuh Ponpes Al Misdat Proppo Pamekasan, KH. Muhaimin Abdul Bari Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Injelan Sampang, KH. Bukhori Maksum, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Usai berdialog, Sandi bersama ulama dan kiai keluar ruangan untuk bertemu dan memberikan motifikasi kepada ribuan santri di aula Ponpes Al-Ihsan Jrangoan.

Sandiaga Uno mengatakan, dirinya mempunyai inisiatif untuk menjadikan santripreneur atau kegiatan wirausaha untuk para santri. Salah satunya di bidang energi surya. Ia ingin para santri bisa mengkonversi potensi sumber daya matahari dijadikan pembangkit tenaga listrik.

“Kita harus memastikan masa depan ini milik para santri, saya punya inisiatif agar santri ini menjadi santripreneur, gagasan ini nanti bekerjasama dengan beberapa pesantren agar santri mempunyai keahlian khusus sehingga menghasilkan energi,” ucap Sandiaga Uno dihadapan santri di Ponpes Al-Ihsan Jrangoan, Minggu (20/1/2019) siang.

Gagasan Sandiaga Uno dilakukan karena selama ini, menurutnya kebutuhan listrik menjadi prioritas dan pengeluaran tertinggi terutama di pondok pesantren.

“Karena listrik ini biaya tertinggi di pesantren, kalau kita bisa mengurangi 40 persen saja bisa digunakan untuk kesejahteran dan kurikulum santri maupun lainnya bisa memiliki pesantren yang maju serta ekonomi yang lebih kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, sejumlah kiai dan ulama yang turut hadir mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dengan Sandiaga Uno.

Pengasuh Ponpes Al-Ihsan KH. Mahrus Abdul Malik, menuturkan deklarasi dukungan dilakukan untuk pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres April mendatang. Sebelum menentukan pilihan, dirinya telah melakukan proses yang panjang termasuk Istikhoroh.

“Kami meyakini bahwa pasangan nomer urut 2 bisa membawa Indonesia lebih adil dan makmur kedepan khususnya dalam hal pengembangan ponpes modern,” tutur KH Mahrus Abdul Malik.

Kata Sandi, dukungan oleh kiai serta ulama terpenting adalah doa dan ikhtiar. Dirinya pun kembali menegaskan jika tidak ada target soal perolehan suara dukungan.

“Terpenting itu doanya, kalau pak kiai itu doanya insyallah, doanya makbul, insyallah mustajab, soal target kita haya berusaha, Allah yang akan menentukan, saya hanya ikhtiar, kerja keras kerja cerdas kerja tuntas,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor :

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.