Sampang, (Media Madura) – Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Sampang Zainul Muttaqin mengungkapkan, program pelatihan ketrampilan beternak bagi lanjut usia (lansia) tahun ini dianggarkan sebesar Rp 79.380.000. Anggaran tersebut lebih kecil dibandingkan tahun lalu yakni Rp 90.618.000.

“Ada 400 dari total 1.067 lansia produktif di Sampang yang akan diikutkan dalam program pelatihan ini, artinya masih ada 667 lansia yang tidak bisa mendapat bantuan,” ujarnya, Senin (14/1/2019).

Dirinya mengatakan, program tersebut dilaksanakan setiap tahun. Sasaranya untuk lansia yang produktif dan mempunyai keterampilan yang bisa dikembangkan. Program itu akan dilaksanakan di Kecamatan Pangarengan dan Karang Penang.

Setiap kecamatan ada 30 warga lansia yang akan diikutkan program itu. Warga akan dijarai bagamiana cara beternak yang baik dan benar. Kemudian, setiap lansia akan mendapat bantuan 30 ekor ayam bedaging dan petelur.

Program tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan keterampilan berusaha kepada lansia. Dengan begitu, mereka bisa menjadi lansia yang aktif, produktif dan mandiri atau dapat memenuhi kebutuhan hidup sendiri tampa harus menunggu pemberian dari orang.

”Warga bisa menfaatkan bantuan ayam itu untuk diternan, lalu hasilnya bisa dijual atau dimakan sendiri sehingga mereka tidak bergantung kepada orang lain,” terangnya.

Dijelaskan, program itu merupakan pengajuan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kecamatan dan Organisasi Gorontologi Abi Yoso Sampang.

Kemudian, instansinya melakukan survey ke lokasi untuk melihat apakah lansia tersebut berhak mendapatkan bantuan atau tidak. Pihaknya tidak menampik jika selama ini program tersebut belum menyentuh semua lansia di Kota Bahari. Sebab, anggaran yang ada minim sehingga program harus dilaksanakan secara bertahap.

“Anggaran yang ada minim, jadi kami harus slektif dalam menentukan warga penerima manfaat, apalagi, tidak semua lansia bisa menjalankan usaha ternak,” ujarnya.

”Kami tidak ingin setelah bantuan ayam itu diberikan, tidak lama ayam mati karena warga tidak bisa merawatnya,” tutur Zainul.

Pihaknya, berharap kepada warga penerima bantuan agar bisa memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan baik. Puluhan ekor ayam yang diberikan bisa dipelihara atau diternak. Sehingga, mereka bisa mempunyai pekerjaan dan penghasilan tetap.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta, program tersebut sangat baik untuk dijalankan sebagai upaya menciptakan lansia prgoduktif dan terampil.

Politikus PKB ini meminta agar program itu bisa ditopang dengan pembinaan dan pendampingan secara intesif dan berkelanjutan.

”Tidak semua warga bisa menjalankan usaha ternak, jadi dinas harus memberikan pendampingan secara maksimal, supaya program itu berjalan baik dan sesuai dengan harapan,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.