Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Satu orang Pendamping Tenaga Ahli di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dan sudah terdaftar di Daftar Calon Tetap (DCT) pada Pemilu 2019 belum mengundurkan diri.

Koordinator Kabupaten Pendamping Tenaga Ahli, Kabupaten Sumenep, R Abd Rahman mengatakan, awalnya terdapat tiga pendamping desa yang mendaftar sebagai Caleg. Tapi di Sumenep tersisa satu.

“Yang dua pindah ke Gresik, sehingga kami tidak bisa memantau. Sementara yang satu belum mengajukan pengunduran diri. Kemarin mengaku akan mengajukan pengunduran diri, tapi sampai saat ini belum ada,” ungkapnya.

Kendati demikian, Rahman menegaskan, walaupun yang bersangkutan tidak mengajukan penguduran diri, pihaknya akan tetap menonaktifkan yang bersangkutan sebagai pendamping desa.

“Tidak hanya kami, Pemprov juga terus memantau, kalau sudah masuk DCT otomatis langsung diberhentikan,” tegasnya.

Lantas, bagaimana dengan pendamping desa yang rangkap jabatan?, Rahman mengaku masih belum bisa memastikan langkah yang akan dirinya dilakukan. Sebab, saat ini masih dilakukan pendalaman.

“Masih kami dalami, kalau ada datanya laporkan saja, bisa juga dilaporkan ke provinsi,” tukasnya.

Untuk diketahui, terdapat beberapa pendamping desa di Kabupaten Sumenep yang disinyalir rangkap jabatan, diantaranya sebagai guru sertifikasi, pendamping Program Infrastruktur Percepatan Pembangunan (Pisau) dan juga sebagai dosen dan telah mempunyai Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) di salah satu perguruan tinggi (PT).

Reporter: Rosy

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.