Beberapa keputusan wasit yang mengundang protes pemain Madura United saat kontra Arema FC, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (17/9/2018).

Media Madura – Madura United gagal melanjutkan tren positif mereka di pekan ke-22 Liga 1. Bertandang ke Arema FC, Laskar Sape Kerrab menderita kekalahan.

Singo Edan, julukan Arema FC berhasil meraih tiga poin setelah menaklukan Madura United dua gol tanpa balas, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (17/9/2018) sore.

Masing-masing gol dicetak, Makan Konate di menit ke-45+3, dan Dedi Setiawan di menit ke-90.

Menanggapi hasil minor tersebut, Gomes de Oliviera mengaku kelelahan menjadi faktor utama kegagalan timnya mengamankan poin penuh.

Memang, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan menjalani jadwal padat belakangan ini. Gomes menilai, jadwal padat tersebut benar-benar menguras tenaga anak didiknya.

“Setelah beberapa pertandingan, pemain kami kelelahan. Tapi, pemain tetap berjuang, terkontrol emosinya dengan banya kejadian di lapangan,” kata Pelatih Madura United itu.

“Saya menilai pemain bermain sangat bagus, utamanya di babak kedua, cari kemenangan, cari gol, tapi tidak dapat,” jelasnya.

Dengan kekalahan ini, Madura United melebarkan jarak dengan pemuncak klasemen. Kini, mereka di peringkat kedua terpaut 5 poin dari Persib Bandung hingga pekan ke-22.

Meski demikian, Gomes belum menyerah mengejar pimpinan klasemen meski jaraknya dengan Persib melebar.

“Kami akan memperbaiki lagi,” tutup pelatih asal Brasil tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.