Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pamekasan (dok/MM).

Pamekasan, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyatakan permohonan praperadilan Agus Mulyadi, mantan Kades Dasok, Kecamatan Pademawu ditolak oleh hakim. Karena itu, Kejari akan kembali memanggil Agus Mulyadi.

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pamekasan, Mohammad Arifin mengatakan pemanggilan terhadap Agus Mulyadi akan dilakukan dalam waktu dekat. Merupakan pemanggilan keempat kali yang dilayangkan Kejari.

“Saudara Agus sudah kami panggil, pemanggilan kali ini untuk penyidikan lebih lanjut setelah ditetapkan tersangka beberapa waktu lalu,” katanya, Kamis (13/9/2018).

Saat pemanggilan yang ketiga dilayangkan, jelas Mohammad Arifin, Agus Mulyadi mangkir dengan alasan sakit.

Atas penyelewengan DD itu, imbuh Arifin, Agus ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 9 Agustus 2018. Kemudian, mengajukan praperadilan pada tanggal 13 Agustus 2018.

“Pengajuan praperadilan yang diajukan saudara Agus ditolak hakim pada tanggal 28 Agustus 2018,” tegasnya.

Pada tanggal 2 Agustus 2017 lalu, Agus Mulyadi terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap proyek dana desa.

Selain itu, mantan Kepala Kejari Pamekasan, Agus Indra Prasetyo, mantan Kepala Inspektorat Pamekasan, Sucipto Utomo dan mantan Bupati Pamekasan, Achmad Syafi’i yang saat ini masih menjalani masa hukuman.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.