Sampang, (Media Madura) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Anang Djoenaedi menghimbau para nelayan di wilayah itu untuk waspasa terhadap gelombang besar di pesisir laut selatan.

“Selama sepekan ini masyarakat sebagai nelayan harus waspada dan berhati-hati karena terjadi gelombang besar di beberapa daerah lain termasuk di pesisir selatan,” ungkapnya, Rabu (12/9/2018).

Kata Anang, informasi itu berdasarkan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang sudah menyampaikan himbauan kepada beberapa daerah pesisir selatan. Seperti, Probolinggo, Situbondo, dan Kepulauan Sumenep.

Walaupun kemungkinan kecil untuk Sampang, pihaknya tetap berpesan kepada masyarakat khususnya bagi nelayan yang sedang melaut.

“Karena angin, gelombang tinggi air laut mencapai dua meter, jadi harus waspada,” ujarnya.

Menurutnya, gelombang tinggi air laut akibat dampak cuaca yang datang dari negara tetangga Australia. Gelombang angin bergerak ke arah barat. Sehingga masuk ke Indonesia.

Pantauan dilapangan, akibat gelombang besar tersebut nelayan di pesisir Kecamatan Camplong memilih tidak melaut. Nelayan mengaku takut cuaca yang tak bersahabat itu mengancam jiwa keselamatan.

Syaiful (37) nelayan asal Desa Dharma Camplong, mengatakan saat ini nelayan hanya mencari tangkapan ikan dengan cara memancing. Itu pun dilakukan di beberapa titik pemancingan seperti di pelabuhan Taddan.

“Dari pada dihantam ombak tinggi, lebih baik dirumah tidak ‘majheng’ (melaut-red),” tuturnya dengan logat madura.

Pria yang akrap disapa Ipong ini menambahkan, terjadinya gelombang besar itu juga berdampak kepada tingkat penjualan ikan laut. Harganya pun sedikit mahal. Sebab, banyak para nelayan mendapatkan ikan dengan cara memancing.

“Sekarang harganya lumayan mahal, karena jarang nelayan melaut, ikan yang dijual kebanyakan hasil mancing bukn melaut seperti biasanya,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.