Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur memastikan akan ada pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. 

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga telah menyiapkan anggaran melalui APBD Perubahan 2018 untuk pelaksaan seleksi CPNS yang juga akan digelar tahun ini tersebut.

“Anggarannya sudah ada, sekitar 1 Miliar lebih dari APBD-P tahun 2018,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Titik Suryati, Selasa, (11/9/2018).

Mantan Kepala Bagian Hukum, Setkab Sumenep itu juga menyampaikan, pembiayaan seleksi CPNS tidak hanya akan ditanggung APBD, melainkan sebagian anggaran seleksi ditanggung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Hasil koordinasi dengan BKN, hasilnya ada yang dibiayai oleh BKN. Sementara kami menggarkan semuanya. Jadi, kemungkinan tidak akan terserap semua,” terangnya

Sebagai informasi, kuota CPNS secara nasional tahun ini sebanyak 238.015 orang. Pendaftaran CPNS 2018 dan verifikasi administrasi akan dilangsungkan mulai dari minggu kedua September hingga minggu kedua Oktober 2018. Pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui situs sscn.bkn.go.id pada 19 September 2018.

Sementara, kuota CPNS untuk Kabupaten Sumenep sebanyak 372 orang, dengan rincian, sekitar 200 untuk formasi tenaga pendidik, sekitar 100 untuk tenaga kesehatan, dan sisanya untuk tenaga teknis.

Titik menghimbau pada semua masyarakat untuk tidak mempercayai apabila terdapat oknum yang menjamin akan meluluskan seleksi jadi PNS. Sebab, pada seleksi tahun ini, sudah melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). CAT ini dipakai untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). 

“Kalau misalnya Jawa Timur passing grade (ambang batas) 65, dan hasil tesnya hanya dapat nilai 60 secara otomatis tidak lulus. Intinya, hindari janji dan jaminan dari seseorang, karena itu pasti penipuan,” tukasya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.