Ilustrasi BUMDes

Sumenep, (Media Madura) – Salah satu 99 program andalan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim-Achmad Fauzi adalah memerintahkan setiap desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BumDes). 

Namun sayang, hingga kini banyak desa belum membentuk program yang diharapkan mampu membangkitkan ekonomi pedesaaan itu. Dari 334 desa/kelurahan yang ada di Sumenep, baru 229 desa/kelurahan saja yang sudah membentuk. 

“Sisanya, sebanyak 105 desa belum membentuk. Mayoritas desa yang belum membentuk BumDes di wilayah kepulauan,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, A Masuni, Kamis (6/9/2018).

Menurutnya, faktor banyaknya desa di kepulauan yang belum membentuk BumDes, lantaran diduga waktu pemerintah desa banyak terkuras untuk mengerjakan hal lain. Apalagi, untuk membentuk BumDes perlu mengadakan musyawarah desa (Musdes).

“Untuk di daratan hampir semua desa telah membentuk. Tapi di kepulauan, masih banyak yang belum, kalau seperti di Kecamatan Raas sebagian sudah membentuk,” terangnya.

Oleh karena itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) ini mendesak desa segera membentuk BumDes. Apalagi DPMD merencanakan untuk melakukan MOU dengan BUMN melalui BumDes Nusantara di Jakarta.

“BumDes Nusantara dananya dari CSR BUMN, yang nantinya akan membantu BumDes-BumDes yang ada di daerah. Nanti ketika misalnya BumDes di daerah membutuhkan sesuatu, bisa dipasok dari BUMN,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.