Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan (dok/mm)

Pamekasan, (Media Madura) – DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berencana meloloskan Peraturan Daerah (Perda) tentang Poligami. Salah satu alasan munculnya wacana perda tersebut adalah menekan angka kemaksiatan di Bumi Gerbang Salam.

Hal itu disampailan Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Apik. Menurutnya, rencana melegalkan perda Poligami sebagai upaya menekan angka kemaksiatan yang semakin liar di Pamekasan.

“Wacana perda tentang poligami masih tetap berlanjut dan tidak akan kami ditinggalkan begitu saja,” terang Apik, Rabu (5/9/2018).

Dijelaskan, wacana melegalkan perda Poligami tersebut sudah disetujui oleh beberapa ulama yang ada di Pamekasan. Karena, nantinya perda tersebut akan mengakomodir beberapa aspirasi kaum perempuan.

Bahkan, dirinya pun telah mempertimbangkan dan melihat fakta yang ada di lapangan. Apik menilai, pertumbuhan perempuan yang meningkat setiap tahunnya membuat angka kemaksiatan meningkat pula.

“Perda ini muncul karena adanya aduan dari masyarakat, terkait status anak dari istri kedua dari hasil pernikahan siri di mata hukum,” tambahnya.

Karena menurutnya, di mata hukum anak dari hasil pernikahan siri jelas tidak diakui. Sehingga, apabila perda Poligami itu disetujui, maka status anak dari hasil nikah siri mendapat perlindungan hukum.

Selain itu, pihaknya juga membantah tudingan dari pihak-pihak yang sempat menyayangkan jika perda tersebut hanya sekedar wacana saja.

Namun, pihaknya bersikukuh, wacana perda tersebut akan tetap diseriuskan hingga nantinya menjadi payung hukum yang sah.

“Isu perda Poligami ini akan tetap kami seriuskan. Nanti, kalau mayoritas DPRD setuju maka ini akan akan menjadi perda yang sah,” tutupnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.