Sumenep, (Media Madura) – Sebanyak 330 desa yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum satupun mengajukan pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap ketiga.

“Saat ini desa sudah bisa mengajukan pencairan DD dan ADD tahap ketiga. Tapi belum ada satupun desa yang mengajukan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Sumenep, A. Masuni, Selasa (4/9/2018).

Belum adanya desa yang mengajukan dana desa tahap ketiga tersebut, menurut Masuni lantaran syarat yang mungkin belum bisa dipenuhi oleh desa. Diantaranya, desa harus menyetor surat pertanggungjawaban (SPj) realisasi DD dan ADD tahap pertama dan kedua.

“SPj realisasi tahap pertama dan kedua itu menjadi syarat pencairan DD dan ADD tahap ketiga. Jadi, jika desa tidak menyetorkan SPj itu, dana desa tahap ketiga untuk desa itu tidak bisa dicairkan,” jelasnya.

Masuni menerangkan, pencairan DD-ADD 2018 dibagi dalam tiga tahap, yakni tahap pertama 60 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 40 dengan syarat, pencairan tahap pertama, desa wajib menyetorkan SPj realisasi dana desa 2017, lalu tahap kedua, desa harus menyetorkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) 2018.

“Dana desa dan alokasi dana desa ini besar, sehingga ada sejumlah prosedur yang harus dilakukan. Kami hanya berharap desa tertib administrasi dalam realisasi keuangan desa ini, lebih-lebih realisasinya dapat dipertanggung jawabkan,” harapnya.

Sementara itu, pada 2018 dana yang dikucurkan ke sebanyak 330 desa di Kabupaten Sumenep sebesar Rp 401 miliar. Dana Rp 278 miliar merupakan dana desa dari APBN dan Rp 123 miliar dari alokasi dana desa dari ABPD.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.