Massa bentangkan poster tuntuntan terhadap terduga pelaku pembunuhan

Sumenep, (Media Madura) – Ratusan warga Kecamatan Pragaan, Kabupapten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres setempat, Jumat (31/8/2018).

Massa menuntut pihak kepolisian menghukum berat pelaku dugaan pembunuhan bayi di Kecamatan Pragaan beberapa waktu lalu. Sebab dinilai, perbuatannya sangat biadab bahkan masuk kategori kejahatan yang luar biasa.

Peristiwa dugaan pembunuhan bayi yang baru berumur sekitar 35 hari itu terjadi pada tanggal 11 Mei 2018 silam. Bayi laki-laki yang diberi nama Moh Zulfan Khadimas Salam (Dimas) diketahui meninggal dunia di bak mandi dalam kondisi terapung di rumah K. Abd. Rahman.

“Kami hanya minta polisi menghukum mati pelaku pembunuhan bayi tersebut,” kata korlap aksi, Komarullah.

Komar mengatakan, tujuan aksi tersebut tidak dalam rangka menekan penyidik, melainkan sebagai dukungan kepada penyidik untuk profesional dalam memproses perkara dugaan pembunuhan bayi tak berdosa tersebut.

Selain menuntut menghukum berat pelaku, poin tuntutan lainnya yakni, meminta agar polisi profesional serta tidak terpengaruh dengan opini yang tidak berdasar dan melemahkan perkara ini.

“Kemudian, kami minta jadikan juga tersangka bila ada warga yang mencoba menutupi atau menghalangi kinerja proses ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Sumarwoto mengatakan, pihaknya masih terus mengembangkan perkara dugaan pembunuhan bayi di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan itu.

“Kami terus dalami lagi, kami juga sedang membidik tersangka baru. Jadi, siapapun yang  terlibat dalam peristiwa itu pasti kami proses,” tegasnya.

Untuk saat ini, sambung Tego, penyidik telah menetapkan satu tersangka atas nama Abdurrahman. Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 tentang Perlindungan Anak ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.