Sampang, (Media Madura) – Program pendataan dan penataan dokumen atau arsip daerah Dinas Kearsipan dan Perpusatakaan (Disarpus) Kabupaten Sampang belum maksimal. Padahal, tahun ini program tersebut di anggarkan sebesar Rp 238 juta.

Belum maksimalnya program pengarsipan benda bersejarah di kota bahari itu disebabkan karena beberapa faktor. Antara lain, kapasitas museum
daerah terbatas, literasi sejarah dan tenaga ahli yang melakukan pendataan minim, sehingga pengarsipan dilakukan secara bertahap.

”Semua benda dan dokumen bersejarah yang sudah diarsipkan murni merupakan laporan atau informasi dari masyarakat karena kami belum memiliki tim ahli yang bisa melakukan pendataan,” ujar Kepala Disarpus Sampang Sudarmanto, Selasa (21/8/2018).

Sudarmanto mengakui hingga kini baru sekitar 300 dokumen yang sudah diarsipkan di gedung arsip daerah. Itu pun berupa senjata dan dokumentasi foto. Bahkan, proses pendataan dan pengarsipan benda atau dokumen bersejarah cukup sulit.

“Iya memang cukup sulit, kadang seringkali mengalami keterbatasan informasi terkait dengan sejarah atau asal-muasal dari benda atau dokumen itu, apalagi selama ini permintaan atau peminjaman buku sejarah minim,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Sekwan DPRD Sampang itu berjanji pihaknya akan berupaya maksimal dalam mendata keberadaan tempat dan benda bersejarah yang ada di Sampang untuk dilakukan proses pengarsipan.

“Semoga masyarakat bisa proaktif dalam membantu pelaksanaan program tersebut, maanakala ada tempat dan benda bersejarah segera melapor,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana meminta agar Disarpus bisa maksimal dalam melakukan pendataan semua tempat maupun benda bersejarah untuk dijadikan sebagai arsip daerah. Pengarsipan sejarah perlu dilakukan dengan serius. Sebab, hal itu merupakan kekayaan
daerah yang harus dijaga dan dilestarikan dengan baik.

“Supaya ini bisa diwariskan kepada generasi muda, apalagi saat ini pemkab sudah memiliki gedung arsip,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.