Sampang, (Media Madura) – Profesionalitas guru yang mengajar di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sampang masih diragukan.

Pasalnya, hingga saat ini masih banyak guru PAUD yang merupakan lulusan SMA dan MA. Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri.

Dia mengatakan, untuk bisa meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) harus dimulai dengan memaksimalkan pendidikan di tingkat PAUD.

“Kenyataanya, hingga saat ini banyak jabatan guru di sekolah paud diisi lulusan SMA terutama lembaga PAUD di plosok,” kata Maniri, Selasa (21/8/2018).

Menurutnya, persoalan itu sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang agar segera ditindaklanjuti. Sebab, lembaga PAUD merupakan pondasi awal untuk mencetak generasi muda pintar cerdas dan berkualitas.

Oleh karena itu, sistem pendidikan yang diterapkan di lembaga tersebut harus sesuai dengan prosedur yang ada. Terutama, dalam hal kualitas atau kemampuan guru dalam mengajar.

”Kualitas guru merupakan tolok ukur utama keberhasilan pendidikan, jadi seorang guru harus professional dan berkompeten di bidangya, apalagi guru yang mengar di PAUD,” jelasnya.

Dikatakan, dalam menyampaikan materi kepada anak didik. Guru PAUD harus dituntut menguasai sejumlah metode khusus dalam mengajar. Metode tersebut antara lain, metode Didaktik dan Metodik. Selama ini, metode tersebut hanya dimiliki guru PAUD.

”PAUD merupakan lembaga khusus jadi tidak semua guru bisa mengajar di situ, apalagi lulusan SMA atau sederajat,” ungkapnya.

Politikus PKB itu menjelaskan, yang dimaksud dengan metode didaktik ialah penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik dengan cara bercerita, bermain dan benyanyi. Metode tersebut lebih ditekankan terhadap minat, perhatian, motivasi, apresiasi dan
peragaan atau praktik yang melibatkan siswa.

”Guru harus menempatkan anak didik sebagai subjek utama dalam setiap materi pelajaran yang diajarkan, terutama materi pelajaran yang berkaitan dengan pengetahuan umum, sosial dan lingkungan,” tuturnya.

Sedangkan, metodik yaitu dengan menyampaikan materi pelajaran secara umum dan mendetail. Artinya, materi yang diajarkan diuraikan secara menyeluruh hingga ke bagian-bagian terkecil dari materi tersebut. Sehingga, siswa bisa memahami materi tersebut dengan baik.

”Metode itu harus bisa dikuasai guru PAUD, karena setiap siswa memiliki karakter berbeda, jiwa labil dan cenderung berubah-rubah, kalau teknik mengajarnya monoton siswa akan
cepat jenuh atau bosan,” ujarnya. 

Untuk itu, lanjut Maniri, guru harus mempunyai inovasi atau cara-cara unik dalam menyapaikan materi yang bisa meningkatkan minta dan semangat anak didik dalam belajar.

“Guru PAUD tidak boleh bersikap atau bertindak kasar kepada siswa karena itu bisa berdampak terhadap masa pertumbuhan dan perkembangan berfikir mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Disdik Sampang Subairiyanto memilih irit berbicara. Pihaknya, mengklaim bahwa selama ini sistem pendidikan yang diterapkan di PAUD sudah sesuai dengan prosedur. Guru-guru yang mengajar merupakan lulusan sarjana atau diploma paud.

“Kalau pun ada yang masih lulusan SMA itu hanya tenaga pembantu, kami rasa semua guru paud di Sampang sudah professional dan menguasai metode itu,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.