Kendaraan dum truck bermuatan sirtu melintas di depan SDN Morbatoh 3, Kecamatan Banyutes, Kabupaten Sampang, Senin (13/8/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Keberadaan pertambangan galian C di Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengganggu aktivitas belajar SDN Morbatoh 3. Sebab, gangguan debu diakibatkan dari lalu lalang kendaraan dump truck pengangkut sirtu saat melintas.

“Asap debu sirtu ketika ada dump truck melintas sangat menganggu karena abunya sampai masuk ke ruang kelas, apalagi kendaraannya tidak ada tutup terpal,” ujar Marjui (45) guru SDN Morbatoh 3, Senin (13/8/2018).

Kata Marjui, aktivitas galian C di daerahnya itu setiap hari menggangu
konsentrasi belajar siswa. Mengingat, SD yang dinahkodai, Kristinawingsih ini berada tepat di pinggir jalan.

Sehingga, akibat dari kejadian tersebut tak sedikit dari siswa kadang matanya kelilipan dan batuk-batuk karena polusi debu sirtu. Hal ini juga banyak warga atau wali murid mengeluh atas kondisi tersebut.

“Mayoritas warga meminta kepada sekolah agar berupaya untuk menghentikan pertambangan, tapi kita bingung mau mengadu ke mana,” jelasnya.

Tak hanya itu, karena bunyi mesin galian mengganggu konsentrasi kegiatan belajar siswa. Selama ini pihak sekolah sudah berupaya meminta agar pertambangan tersebut bisa lebih perduli dan memerhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan sekolah.

Guru dan komite serta semua wali murid sudah melakukan rapat terkait kondisi tersebut. Sekolah juga sudah menindaklanjuti dengan meminta agar pemilik tambang bisa menyemprot akses jalan supaya debu sirtu tidak berterbangan, muatan truk ditutup terpal, dan dump truck harus pelan ketika melintas di depan sekolah.

“Meski pertambangan tidak bisa dihentikan, minimal pemilik tambang bisa
bertanggungjawab terhadap dampak yang dirasakan sekolah, tapi sejauh ini tidak ada respons yang baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Achmad Mawardi mengaku hingga saat ini belum mendapat laporan terkait pertambangan galian C yang menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut.

Pihaknya meminta agar sekolah segera mengirimkan surat laporan resmi kepada disdik. Semua hal yang dituntut sekolah kepada pemilik tambang diterangkan atau dijabarkan dalam surat tersebut.

“Kalau suratnya sudah diterima. Kami akan segera berkoordinasi dengan Satpol
PP supaya untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Terpisah, H. Namli (54) selaku pemilik pertambangan galian C di lokasi tersebut
berjanji akan segera menuruti semua permintaan sekolah. Termasuk akan lebih memerhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Kalau pertambangan kami sudah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan semacamnya,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.