Wartawan menunggu acara konferensi pers Humas Polres, sebelum akhirnya membubarkan diri

Sumenep, (Media Madura) – Sejumlah wartawan profesional yang bertugas di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya memilih memboikot kemitraan dengan Humas Polres Sumenep. 

Hal itu menyusul rangkaian pelakuan mengecewakan pihak Polres terhadap sejumlah wartawan. Institusi kepolisian itu dinilai tidak menghargai komitmen kemitraan yang selama ini terjalin baik.

Kekecewaan sejumlah kuli tinta bermula dari peristiwa tas berisi benda mirip bom di Kecamatan Bluto, Rabu (25/7/2018) kemarin. Saat itu, wartawan dibuat kecewa oleh pihak mapolsek terkait informasi keberadaan benda tersebut. 

Kepada wartawan, Kapolsek Bluto menyampaikan bahwa benda mirip bom sudah ada di mapolres, tetapi pihak mapolres justru menyatakan sebaliknya, benda yang diduga bom tersebut masih di mapolsek. 

Alhasil, beberapa wartawan yang terdiri dari wartawan televisi, cetak, radio dan online gagal memperoleh informasi akurat terkait peristiwa tersebut. Bahkan, sebagian wartawan merasa, pihak kepolisian telah mempermainkan tugas wartawan. 

Tidak sampai di situ, luapan kekecewaan wartawan kian memuncak saat Humas Polres mengundang para wartawan yang tergabung di grup WhatsApp “Mitra Humas” dalam kegiatan konferensi pers, Kamis (26/7/2018) pukul 09.00 WIB. 

Tetapi, hingga pukul 11.00 WIB, tidak ada kejelasan perihal konferensi pers tersebut. Lantaran sudah menunggu sangat lama, akhirnya wartawan melakukan aksi protes boikot dengan cara membubarkan diri dari undangan tersebut. 

Alasan penundaan konferensi pers pun belum terkonfirmasi pihak terkait, sehingga para wartawan yang bertugas di wilayah Sumenep memilih meninggalkan acara. Mereka menganggap Polres Sumenep tidak lagi bisa menjaga komitmen kemitraan.

“Masak ditunggu sama wartawan media online, cetak, radio, tv, tiga jam lamanya gak ada kejelasan, ada yang nggak beres ini dengan pola komunikasi Polres terhadap media. Ini nggak bisa didiamkan terus, makanya kita boikot,” kata wartawan NetTV, Didik Setia Budi.

Atas perlakukan pihak Polres juga, salah seorang jurnalis TV swasta lain melaporkan langsung ke Polda Jatim atas perlakuan yang diterima para wartawan di Sumenep.

“Barusan saya sudah chat langsung ke WA (WhatsApp) pak Kabid Humas Polda Jatim, saya sampaikan kalau Polres Sumenep sudah tidak koorperatif memperlakukan jurnalis, dugaan penemuan bom pipa kemarin seolah ditutup-tutupi. Hari ini pun kami diundang rilis jam 09.00 WIB, namun hingga jam 11.00 WIB gak ada kejelasan, akhirnya kami membubarkan diri,” tulis wartawan TV-9, Hariri dalam chatnya yang dikirim ke Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.