Ilustrasi

Sampang, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan ada 15 dari total 16 partai politik peserta pemilu 2019 telah mendaftarkan bakal calon anggota legislatifnya (Bacaleg) ke kantor KPU, pada Selasa (17/7/2018) kemarin. Satu parpol yaitu Partai Perindo memilih absen atau tidak mendaftarkan sebagai peserta pemilu.

Ketua KPU Kabupaten Sampang, Syamsul Muarif mengatakan dari 15 parpol itu total bacaleg yang didaftarkan sebanyak 445 orang. Mereka akan memperebutkan 45 kursi parlemen DPRD Sampang. Sementara dalam Pileg 2019 terbagi menjadi enam daerah pemilihan (dapil).

“Ada 445 bacaleg dari 15 parpol di Sampang sudah mendaftar peserta Pemilu 2019 ke KPU, jumlah itu diketahui setelah melakukan verifikasi berkas bacaleg yang masuk sesuai dengan persyaratan,” ucap Syamsul Muarif, Kamis (19/7/2018).

Kata Syamsul, tidak semua parpol menyerahkan bacaleg 100 persen dari jatah 45 kursi yang ada. Hanya ada dua parpol yang menyetor 45 bacaleg atau 100 peren, yakni Partai Gerindra dan Partai NasDem. Sisanya, masih 90 persen disusul oleh Partai Golkar, PKB, dan Hanura.

Data yang diterima mediamadura.com, dari KPU Sampang, menyebut 445 bacaleg tersebut rinciannya adalah PKB menyetor 40 bacaleg, Partai Gerindra menyetor 45 bacaleg, Partai NasDem menyetor 45 bacaleg, Partai Golkar menyetor 44 bacaleg, dan Partai Hanura menyetor 40 bacaleg.

Kemudian, PKS menyetor 37 bacaleg, PPP menyetor 32 bacaleg, PBB menyetor 32 bacaleg, Partai Demokrat menyetor 30 bacaleg.

Sedangkan, PAN menyetor 28 bacaleg, PDIP menyetor 20 bacaleg, Partai Garuda menyetor 19 bacaleg, Partai Berkarya menyetor 19 bacaleg, PSI menyetor 11 bacaleg, dan PKPI menyetor 3 bacaleg.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Sampang Fauzan Zaini, mengaku bahwa partainya menargetkan Pemilu 2019 memperoleh kursi sebanyak-banyak. Artinya, bisa meloloskan dua kadernya di tiap dapil.

“Perdapil di harapkan lolos, syukur-syukur dua (tiap dapil),” singkatnya.

Berbeda dengan Wakil Ketua DPC Partai Hanura Sampang Samsul Arifin. Dia menargetkan partai yang dinahkodai Oesman Sapta Odang (OSO) ini minimal bisa memperoleh satu kursi di tiap dapil.

“Secara realistis Hanura menargetkan satu dapil satu kursi, jadi kalau partai apapun bisa dibilang sangat berlebihan jika satu dapil dua kursi,” tutur Samsul sekaligus Ketua Fraksi Hanura DPRD Sampang.

Tak hanya itu, Samsul menilai adanya parpol yang tidak menyetorkan bacaleg 100 persen dari jatah 45 kursi yang ada karena minat peserta pemilu 2019 untuk mencalonkan diri semakin menurun dibangdingkan pemilu 2014.

Menurutnya, penurunan ini terjadi karena kaderisasi yang kurang maksimal, dan perubahan aturan tentang penghitungan ‘sainte lague’. Sebab, pemilu 2014 lalu masih menggunakan bilangan pembagi pemilihan (BPP) atau harga kursi.

“Yang mana masing-masing partai akan mengalami kesulitan untuk memperoleh lebih dari satu kursi, dulu Hanura sampai 100 persen atau 45 bacaleg, sekarang menurun menjadi 40 bacaleg, tidak hanya Hanura saja sistem kaderisasinya tidak maksimal hampir semua parpol,” ungkapnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.