Wabup Pamekasan Halil Asyari mengukuhkan Dewan Pendidikan Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta kepada dinas pendidikan (Disdik) setempat menunda penerapan Peneriamaan Peserta Dididk Baru (PPDB) sistem zonasi.

Sebab, kata salah satu pengurus Dewan Pendidikan Pamekasan, Zainal Alim, sampai saat ini ketentuan sistem zonasi PPDB Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) belum dipahami masyarakat secara utuh.

”Mumpung PPDB belum dimulai, kami merekomendasi PPDB sistem zonasi ditunda agar klir dulu. Tahun depan bisa direalisasikan PPDB sistem zonasi,” katanya, Minggu (1/7/2018).

Zainal menambahkan, sampai saat ini Peraturan Bupati (Perbup) tentang belum turun, bahkan ia menilai disdik belum siap merealisasikan PPDB sistem zonasi, pasalnya Seharusnya kebijakan sudah bisa diketahui masyarakat.

”Bukan lemah sistem zonasinya. Tapi tujuan dari pada zonasi di Pamekasan belum jelas,” tambahnya.

Zainal Alim meminta disdik melakukan persiapan secara matang. Termasuk dalam menentukan sistem zonasi. Ketentuan itu harus disosialisasikan kepada masyarakat.

”Salah satu contoh, ada calon siswa yang rumahnya di belakang SD, tapi tidak diterima di sekolah itu karena bukan kelurahannya. Dia harus sekolah di kelurahannya, padahal jauh dan tidak maju. Untuk masyarakat tertentu tidak mungkin masuk sekolah itu,” ujar Zainal.

Sementara Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun bersikukuh akan melaksanakan PPDB sistem zonasi tahun ajaran ini. Ia mengklaim seharusnya sistem tersebut sudah dilaksanakan pada tahun lalu.

”Tahun lalu sudah ada toleransi. Kami sudah siapkan aturannya. Tahun ini harus kami realisasikan,” katanya singkat.

Alasannya tambah Tarsun, kebijakan tersebut baik dan adil dalam rangka pemeretaan pendidikan di Bumi Gerbang Salan. Jika tidak ada zonasi, siswa akan berbondong-bondong mendaftar ke sekolah favorit.

“PPDB SD akan dilangsungkan pada 5–16 Juli. Sementara PPDB untuk SMP dimulai 2–5 Juli mendatang,” tutup Tarsun.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.