Ketua timses Mantap Imam Ubaidillah didampingi calon bupati dan wakil bupati Sampang Hermanto Subaidi dan Suparto memberikan keterangan kepada media, Sabtu (30/6/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Setelah paslon nomor urut 1, Slamet Junaidi dan Abdullah Hidayat (Jihad) mendeklarasikan kemenangan di Pilkada yang digelar 27 Juni 2018. Kini, giliran paslon nomor urut 2, Hermanto Subaidi dan Suparto (Mantap).

Deklarasi itu dilakukan usai menggelar istighosah dihadiri simpatisan, relawan, ulama, dan kiai, di posko pemenangan Mantap Jalan Trunojoyo Kota Sampang, Sabtu (30/6/2018) pukul 11.00 WIB.

Ketua Timses Mantap Imam Ubaidillah, mengatakan pihaknya telah melakukan hitung cepat berdasarkan data form C-1. Hasilnya menunjukkan pasangan nomor urut 2, unggul memperoleh 41,2 %. Sedangkan rivalnya, paslon nomor 1 Jihad memperoleh 39,1 %.

“Adapun data yang sudah masuk 100 % dengan selisih 2,1 % antara Mantap dengan Jihad. Acara hari ini sebagai bentuk tasyakuran atas kemenangan Mantap hasil hitung cepat C-1 asli dan quick count dari Jtv,” kata Imam kepada wartawan, Sabtu (30/6/2018).

Selain itu, lanjut Imam, pihaknya mengindikasi beredarnya form C-1 palsu di beberapa wilayah sehingga memicu paslon lain mengklaim menang. Termasuk, indikasi penggelembungan suara secara masif dalam pelaksanaan Pilkada Sampang.

Seperti kejadian di salah satu Desa di Kecamatan Ketapang bahwa ada beberapa warga tidak menerima distribusi undangan pencoblosan atau C-6. Namun, data dari C-1 justru warga di Desa tersebut tetap hadir dan menggunakan hak suara.

“Padahal warga di desa dimaksud tidak diberi undangan, serta ada lagi saksi paslon Mantap diintimidasi tidak boleh masuk, inikan lucu hak masyarakat dikhianati,” tutur Imam.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.