Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, A Masuni

Sumenep, (Media Madura) – Sedikitnya 95 desa dari 330 desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum mengajukan pencarian Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama di tahun 2018. 

Akibatnya, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, A Masuni, dana milaran untuk desa-desa tersebut terancam menjadi silpa anggaran.

“Hingga pertengahan Juni 2018 yang mengajukan pencairan DD-ADD tahap pertama sebanyak 235 desa, 95 di antaranya belum,” katanya.

Menurut Masuni, salah satu yang menjadi kendala puluhan desa tersebut tidak mengajukan DD-ADD lantaran desa tersebut belum menyelesaikan APBDes. 

“Kami sudah wanti-wanti supaya diselesaikan APBDes-nya dan mengajukan pencairan,” jelasnya.

Dikatakan Masuni, desa yang belum menyelesaikan APBDes tahap pertama tahun 2018 tidak hanya di daerah kepulauan saja, tetapi juga sebagian di daratan.

“Kami sudah memberikan peringatan keras bagi desa yang belum menyelesaikan APBDes. Bahkan tak segan memberikan cacatan khusus bagi yang mengindahkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut mantan Kadisdik ini menjelaskan, pada tahun ini terjadi perubahan sistem keuangan. Karena pemerintah daerah menggunakan sistem aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes). Sehingga mulai dari perencanaan penggunaan hingga pada pertanggungjawaban DD-ADD harus melalui aplikasi siskeudes.

“Awal Juli akan kami keluarkan tahap kedua, tetapi bagi desa yang laporan pertanggungjabannya yang sudah selesai tahap pertama. Bagi desa yang belum mencairkan tahap pertama, maka akan tertinggal dan ini akan menjadi perhatian pemerintah,” tegas Masuni.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.