BNNK Sumenep saat menggelar rilis hasil penindakan

Sumenep, (Media Madura) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berhasil membekuk dua pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu.

Penangkapan dua orang tersebut berawal dari penangkapan pemakai narkoba atas nama S alias EN, Dusun Kebun Kelapa, RT 06 RW 03, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget.

“Awalnya menerima informasi dari masyarakat bahwa EN ini sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Kemudian kami lakukan penyelidikan, dan ternyata benar,” kata Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno.

Dari tangan EN, petugas BNNK mengamankan barang bukti (BB) satu pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,25 gram 1 pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,25 gram 1 pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,29 gram.

Kemudian 1 pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,28 gram 1 pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,25 gram 1 pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,24 gram 1 pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,30 gram 1 pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,24 gram total berat sebanyak 2.01 gram sabu-sabu. 

Selain itu juga diamankan satu sendok takaran yg terbuat dari sedotan plastik kecil, satu timbangan elektrik merk HARNlC, dan satu Handphone merk Nokia type 130 warna orange. 

“Lantas kami lakukan pemeriksaan dan interogasi kepada EN ini, ternyata EN mengaku membeli dari DS dan TR yang merupakan bandar besar,” ungkapnya.

Setelah itu, jajaran seksi pemberantasan BNNK melakukan penindakan dan pengejaran terhadap DS. Namun DS tidak sempat tertangkap atau melarikan diri. Kemudian di lanjutkan lagi pengejaran dan penindakan terhadap bandar TR.

“Dan pada hari Selasa (5/5/2018) sekira pukul 09.30 WIB kamk melakukan penangkapan terhadap TR di rumahnya di Dusun Jubluk Temor, Desa Gapurana Kecamatan Talango,” terangnya.

Dari tangan TR, BB yang berhasil diamankan yakni satu pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 1,08 gram, satu pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,34 gram, satu pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,34 gram 

Selain itu, ada lagi satu pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,35 gram, satu pocket yang berisi sabu-sabu dengan berat brutto 0,32 gram dengan berat total 2,43 gram. Satu unit handpone merk POLYTRON, dan satu unit handpone merk SAMSUNG lipat warna hitam.

“Berdasarkan pengembangan, ternyata tersangka TR dipasok oleh binisial ES dan RSL yang saat ini sedang kami lakukan pengejaran,” tuturnya rinci.

Akibat dari penangkapan itu, keduanya diduga melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan l memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika bukan tanaman, pelaku dipidana penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 tahun, upaling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar rupiah dan paling banyak Rp 10 miliar rupiah

“Sementara pasalnya yakni kedua tersangka S als EN dikenakan pasal 114 ayat 1, dan 112 ayat 1,” tukas Bambang.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.