Pamekasan, (Media Madura) – Warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai menanam tembakau.

Seperti yang terjadi di Dusun Baban, Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Mulai menanamnya bahan pokok rokok itu dikarenakan cuacanya sudah bagus.

“Kami mulai tanam tembakau karena sudah memasuki musimnya, cuaca sudah bagus,” kata Abdul Wahed, salah satu petani, Rabu (6/6/2018).

Ditambahkan oleh Wahed, di daerahnya rata-rata petani sudah mulai menanam tembakau, selain memang sudah masuk waktu tanam, juga sudah hampir lebaran sehingga waktu menyiraminya di bulan puasa tidak terlalu lama.

“Kalau nanam dari sekarang enak, nyiram tidak terlalu banyak, nanti habis lebaran tembakau tambah besar otomatis nyiramnya juga harus banyak,” tambahnya.

Ia berharap harga tembakau tahun ini lebih berpihak pada petani, sehingga petani sejahtera.

Untuk diketahui, pada tahun ini Break Event Point (BEP) tembakau Madura sebesar Rp 39 ribu per kilogram saja. Hal itu berdasarkan pada hitungan biaya produksi yang dikeluarkan petani selama satu musim tanam.

“BEP terus mengalami peningkatan setiap tahunnya,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Bambang Edy Suprapto.

Tercatat pada tahun 2016 pemerintah menetapkan BEP sebesar Rp32 ribu per kilogram. Kemudian tahun 2017 BEP naik menjadi Rp 34 ribu per kilogram. Artinya, tahun ini BEP hanya naik sebesar Rp 5 ribu.

“Kami sudah mengusahakan, namun pada dasarnya harga tembakau ya tergantung pabrikan juga, karena harga Rp 39 ribu per kilogram itu sudah merupakan hasil pertemuan kami dengan seluruh pabrikan tembakau di Pamekasan,” dalihnya.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.