Daging sapi (ilustrasi)

Pamekasan, (Media Madura) – Kebutuhan daging di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur semakin meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kondisi itu membuat Pemkab setempat gencar melakukan pengawasan daging di berbagai pasar, khususnya pasar besar di Bumi Gerbang Salam.

Kepala Dinas Ketahana Pangan dan Peternakan Pamekasan Ir Bambang Prayogi memastikan daging yang dijual di pasar aman untuk dikonsumsi.

“Kita turun langsung ke pasar untuk memantau bahwa daging yang dijual disana sehat, halal, serta aman untuk dikomsumsi. Jangan sampai nanti daging yang dijual daging yang berpenyakit atau tidak layak untuk dikomsumsi,” terang Bambang, Selasa (5/6/2018).

Selain itu, pihaknya juga mengaku telah pemantauan langsung aktivitas pasar, guna mencegah daging dioplos dengan daging lain.

“Takut nantinya daging yang ada di pasaran ini dicampur dengan daging babi seperti di daerah-daerah lain. Serta kita juga memastikan bahwa proses penyembelihannya memang dilakukan dengan syariat agama Islam,” imbuhnya.

Dijelaskan, dalam pemantauan pihaknya melibatkan tenaga ahli, seperti dokter hewan, paramedis hewan serta petugas yang lainnya.

“Ini juga bertujuan untuk mencatat harganya dan memberikan pengertian pada semua pedagang, sehingga nantinya tidak ada gejolak terkait daging yang beredar di pasaran,” papar Bambang.

Sementara ini, dari hasil pantauan di berbagai pasar di Pamekasan tidak ditemukan daging yang tidak layak komsumsi.

“Alhamdulillah semuanya relatif aman. Hal itu karena semua daging yang dijual disini hampir tidak ada yang dari luar. Artinya penjagal itu nyembelih sendiri serta memang pasokan sapi disini banyak sehingga tidak membutuhkan dari luar,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.