Pamekasan, (Media Madura) – Calon Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Dr. KH. Kholilurrahman, mengajak semua elemen agar melepas baju politik saat menghadiri acara haul alm. KH. Abdul Hamid bin Isbat, yang diselenggarakan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Hamidy Banyuanyar, Minggu (3/6/2018) sore.

Mantan Bupati Pamekasan, Periode 2009-2013 itu mendampingi sejumlah ulama Pamekasan, di antaranya, pengasuh LPI Al Hamidy, RKH. Muhammad Rofii Baidawi, Pengasuh pesantren Darul Ulum, RKH. Moh. Syamsul Arifin, RKH. Ahmad Wasil Barmawi dan sejumlah ulama lainnya. 
“Kita lepaskan baju politik, lepaskan ego masing-masing pribadi dan kita berada di bawah naungan ulama besar, Kiai Abdul Hamid bin Isbat. Jika betul-betul ini dilakukan, maka akan menjadi hal yang sangat positif bagi kita bersama,” ungkapnya usai acara haul saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Ia menceritakan, Kiai Abdul Hamid bin Isbat merupakan ulama besar Pamekasan dan layak diberi penghormatan karena keturunannya banyak menjadi pengasuh pondok pesantren di berbagai daerah di Jawa Timur. 

“Kita layak memberikan penghormatan kepada beliau. Sebab beliau sudah banyak melahirkan ulama-ulama besar di Jawa Timur, Di antaranya di Jember, di Malang, di Situbondo, di Probolinggo, di Pasuruan, Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang dan daerah-daerah lainnya,” tambah Kholilurrahman.

Putera dewan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ini menambahkan, silaturrahim dalam haul alm. Kiai Abdul Hamid bin Isbat sangat sejuk. Sebab di dalamnya tidak ada egoisme. Baik egoisme kepesantrenan, egoisme politik dan egoisme kelompok-kelompok lainnya.

“Hal inilah yang menjadi keturunan Bani Isbat yang terus kuat hingga hari ini,” tutur Kholilurrahman mengakhiri percakapan.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.