Sampang, (Media Madura) – Sebanyak 25 Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, merangkap jabatan menjadi Kepsek di sekolah lain. Akibatnya proses jam belajar di sekolah tersebut kurang maksimal.

Hal itu diakui Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Sampang Hari Agustini melalui Kasi Promosi Mutasi Badrud Tamam. Menurutnya, puluhan kepala sekolah itu saat ini masih diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menetapkan kepala sekolah secara definif.

“Tapi sampai saat ini belum ada jawaban dari Kemendagri, tidak tahu kapan turun usulan itu, sekarang 25 kepala sekolah di SDN ini masih merangkap ke sekolah lainnya,” ujar Badrut, Rabu (30/5/2018).

Badrut mengatakan, rata-rata merangkapnya jabatan kepala sekolah terjadi di wilayah pantura Sampang. Hal ini tentu berdampak terhadap kinerja kepala sekolah yang kurang obyektif.

Sebab, kondisi sekolah jika masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) memicu kurangnya adaptasi dengan sejumlah guru maupun siswa didik. Semestinya kepala sekolah sebagai manajer sekolah diharapkan bisa mengarahkan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.

“Dengan multifungsi kinerja kepala sekolah dampaknya sangat luar biasa, karena beliau inilah yang menjadi kunci keberhasilan sekolah,” terangnya.

Selama ini, lanjut Badrut, meski pemerintah telah melakukan mutasi bukan berarti untuk mencangkupi mengisi kekosongan kepala sekolah di sejumlah lembaga. Alasan itu disebabkan setiap tahunnya disusul adanya masa pensiun dari kepala sekolah.

“Sekarang inikan per tahunnya banyak yang masuk pensiun, ditambah ada yang meninggal dunia,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.