Kantor DPRD Kabupaten Sumenep (doc/MM)

Sumenep, (Media Madura) – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk memasukkan materi bahasa Madura sebagai muatan lokal di tingkat SD dan SMP dinilai perlu dikaji ulang

Pasalnya, bahasa Madura yang digunakan oleh masyarakat kabupaten ujung timur pulau Madura ini memiliki gaya bervariatif. Apalagi, di daerah Kepulauan yang notabene-nya masih banyak menggunakan bahasa adat dibandingkan dengan bahasa Madura.

Sehingga, beberapa kalangan menilai masih diperlukan penyeragaman terlebih dahulu sebelum benar-benar dijadikan kurikulum lokal.

Seperti diketahui, Disdik Sumenep membuat kebijakan jika materi Bahasa Madura harus masuk dalam muatan lokal. Hal itu dilakukan sebagai wujud mempertahankan bahasa Madura, dan memberikan pendidikan kepada generasi muda. 

Rencana tersebut disebut-sebut sebagai program unggulan dari dinas yang dipimpin A. Shadik ini. Namun, problemnya bahasa Madura yang ada di kota Sumekar memiliki gaya dan pola penggunaan bahasa.

“Rencana pemerintah atas penerapan bahasa Madura ini cukup baik sebagai upaya mempertahankan bahasa ibu di Sumenep ini,” kata Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Mas’ud Ali, Selasa (15/5/2018).

Apalagi, kata Mas’ud Ali, sudah banyak generasi yang tidak paham bahasa ibu sendiri, mereka lebih fasih berbahasa Indonesia dan bahasa asing. 

“Ini cukup baim untuk memberikan dini kepada anak didik berbahasa Madura. Sebab, banyak generasi sekarang sudah tidak paham Bahasa Madura, khususnya yang halus. Ini langkah maju bagi dunia pendidikan di kabupaten Sumenep,” katanya.

Menurutnya, generasi saat ini memang perlu ditempa dengan budaya lokal, khususnya berbahasa Madura. Ini agar pola adab kemasyarakat di Sumenep tidak tergerus dengan masuknya budaya modern.

“Bahasa Madura itu merupakan bahasa Ibu bagi kita, maka cukup baik ketika masuk ke sekolah. Ini harus dilestarikan secara baik pula, agar tidak punah,” tambahnya. 

Hanya saja, sambung dia, pihaknya meminta untuk dilakukan kajian kembali secara matang agar penerapannya bisa maksimal. Utamanya yang harus dilakukan lebih dulu berupa penyeragaman dalam berbahasa.

“Karena di Sumenep ini memiliki gaya bahasa yang berbeda. Kajian itu penting, kita tahu Sumenep memiliki banyak gaya bahasa Madura, maka perlu diseragamkan dulu. Sehingga hasil yang diperoleh seragam pula, ini harus menjadi perhatian disdik,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan